Saturday, June 27, 2020

Cara Memperpanjang STNK Saat Pandemi Covid19


STNK kendaraan habis masa berlaku di saat pandemi? Wah, kemana sebaiknya mengurus perpanjangan STNK? Beberapa waktu lalu, saya mengurus perpanjangan STNK ke kantor Samsat. Sebelum berangkat, saya mencari berbagai informasi di internet apakah lebih baik mengurus di mal atau di kantor Samsat. Lalu, saya memutuskan untuk mengurus perpanjangan STNK di salah satu kantor Samsat, karena saya pikir akan lebih cepat selesai mengingat jam buka pelayanan di kantor  sejak pagi hari. Ternyata perkiraan saya benar, apalagi kantor pelayanan Samsat  buka setiap hari Senin hingga Sabtu, sejak pukul 8 pagi. Sedangkan gerai pelayanan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) yang terdapat di sejumlah mal, mulai buka agak siang sekitar jam 11-12 mengikuti jam buka mal.
CARA MEMPERPANJANG STNK
Protokol Kesehatan di Kantor Samsat

Saya tiba di kantor Samsat sekitar pukul 7.30 pagi. Saat itu, antrean tidak terlalu padat meski terlihat cukup ramai. Sesuai protokol kesehatan untuk pencegahan penyakit Covid19 di saat masa PSBB transisi, setiap pengunjung atau siapapun yang akan mengurus perpanjangan surat kendaraan wajib mengikuti protokol kesehatan, seperti mencuci tangan dengan bersih sebelum memasuki ruangan , pemeriksaan suhu tubuh, melewati bilik disinfektan. Perlu diingat juga, wajib pakai masker di lingkungan kantor Samsat.

Loket pengurusan surat kendaraan roda dua dan roda empat terpisah, di ruangan yang relatif besar. Tentu hal ini sangat membantu masyarakat, untuk menghindari penumpukan atau kerumunan saat mengantre. Hanya saja bangku di ruang tunggu memang terbatas, sebagian warga mesti mengantre sambil berdiri.  Setelah mengisi formulir perpanjangan STNK yang disediakan, kita bisa langsung mengantre di loket pengumpulan formulir.

CARA MEMPERPANJANG STNK
Pengisian Formulir

Jangan lupa membuat fotokopi dokumen-dokumen yang diperlukan sebelum berangkat, agar tak repot mencari tempat fotokopi di lokasi. Dokumen yang wajib difotocopi adalah KTP, STNK serta BPKB (Bukti Pembelian Kendaraan Bermotor). Sertakan pula KTP asli dan STNK asli untuk pengecekan di loket pendaftaran.

Monday, June 8, 2020

Peran Orangtua Saat Anak Ujian Daring



Belajar dari Rumah
Sejak penerapan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di Jakarta pada pertengahan bulan Maret 2020 lalu, proses pembelajaran dialihkan dari pertemuan fisik di sekolah menjadi pembelajaran jarak jauh dari rumah siswa atau melalui sistem daring. Proses pembelajaran di rumah dikenal juga dengan istilah Home Learning.

Peran Orangtua Saat Anak Ujian Daring
Ilustrasi: dok. pribadi

Sistem Daring (Online)
Pembelajaran jarak jauh (sistem daring) tentu memiliki sejumlah konsekuensi. Bila di Jakarta, jaringan internet bisa dibilang relatif lancar. Sedangkan di daerah pelosok, jaringan internet belum tentu lancar setiap saat. Sistem pembelajaran jarak jauh, mendorong orangtua kreatif dalam mendampingi proses pendidikan putra putrinya. Meski guru mengawal proses belajar sehari-hari, pada dasarnya siswa siswi dituntut disiplin mengerjakan dan mengumpulkan tugas yang diberikan.

Peran Orangtua Saat Anak Ujian Daring
Ilustrasi: dok. pribadi

Peran Orangtua
Otomatis peran orangtua di rumah bertambah, mendampingi proses belajar sekaligus menjalankan peran seperti layaknya guru sekolah. Kondisi semacam ini perlu disiasati agar tak membebani anak-anak maupun para orangtua. Proses pendidikan jarak jauh membutuhkan kedisiplinan tinggi, apalagi bila suasana belajar di rumah terasa seperti liburan. Anak biasanya merasa bebas menentukan kapan mau bermain dan kapan mesti belajar. Para orangtua perlu menyiapkan anak-anak menghadapi ujian daring, dan mendukung proses pembelajaran dengan baik. Misalnya mempelajari pelajaran sekolah setiap hari seperti biasa. Jangan sampai anak-anak belajar mepet mendekati waktu ujian.

Sunday, May 31, 2020

Apa yang Mesti Dipersiapkan Menghadapi Situasi “New Normal”?



Istilah “New Normal”
Bagi saya pribadi, istilah “New Normal” atau kondisi kenormalan baru yang digaungkan pemerintah lebih mengarah terhadap upaya menormalisasi kegiatan perekonomian, aktivitas pemerintahan, maupun kegiatan sosial di masyarakat. Aktivitas bisnis misalnya bisa dijalankan kembali, namun dengan menjalankan prosedur kesehatan yang ketat. Menurut saya, situasi sekarang ini, belum lah normal seperti sediakala. Di saat status pandemi penyakit Covid-19 belum dicabut oleh badan kesehatan dunia (WHO), virus corona baru (Novel Corona Virus) tetap menjadi ancaman bagi kesehatan manusia. Virus yang menyerang sistem pernafasan manusia ini, mesti tetap diwaspadai. Terlebih, seseorang yang menderita penyakit ini bisa menunjukkan gejala atau bahkan tanpa gejala, alias orang tanpa gejala (OTG).
 

Persiapan Menghadapi “New Normal”
Penyakit Covid-19 yang disebabkan virus corona baru (Novel Corona Virus) merupakan penyakit menular. Oleh karena itu, pada kondisi apapun atau ketika aktivitas sosial masyarakat sudah kembali berjalan. Masker tetap wajib dipakai saat bepergian atau keluar rumah. Mencuci tangan harus rajin dilakukan, termasuk membawa cairan pembersih tangan kemanapun.
I think the situation is not normal anymore, like it used to be. The New Normal disini berarti, kita sebagai manusia mesti mempersiapkan diri menjalani kehidupan, berdampingan dengan virus penyebab Covid-19 ini. The virus is still out there. Kemampuan beradaptasi menjadi salah satu hal penting. Selain melanjutkan perilaku hidup sehat yang sudah dilakukan selama ini, tentu perlu menjaga kesehatan diri dan kesehatan keluarga kita masing-masing.

Persiapan menghadapi new normal
Dok. Pribadi
Menjaga Kesehatan Menjadi Hal Terpenting
Kenapa menjaga kesehatan dan stamina tubuh menjadi sangat penting? Insya Allah, ketika tubuh dalam kondisi fit, kita tidak  mudah terserang penyakit. Mengikuti anjuran dokter, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak sayur dan buah, serta minum vitamin. Selain berolahraga, minum madu juga menjadi favorit saya, untuk menjaga kebugaran tubuh. Cukup tidur dan cukup istirahat. Pandai membagi waktu,  bisa membatasi diri kapan harus belajar, bekerja atau bermain. Selebihnya, tentu saja berdoa memohon kepada Yang Maha Kuasa agar dijauhkan dari segala penyakit. 

Tuesday, October 15, 2019

Bijak Bermedsos di Masa Kini


Bermain Media Sosial
Bijak bermedsos mungkin terdengar klise di telinga kita akhir-akhir ini. Coba menengok ke belakang, beberapa tahun silam. Di awal tahun 2000an, penggunaan internet mulai berkembang di Indonesia. Perlahan satu per satu, platform media sosial marak digunakan. Media sosial mulai akrab bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Mulai dari Friendster dan Path yang sudah tutup, hingga Facebook platform terpopuler di Indonesia. Lalu diikuti aneka ragam platform lainnya, seperti Whatsapp, Instagram, Twitter. Kini hampir dua dekade berjalan. Jelang penghujung tahun 2019, konon sikap atau perilaku orang menggunakan media sosial belum banyak berubah.

Terlepas dari pandangan pribadi, kepercayaan atau agama yang dianut. Sebagai pengguna media sosial, saya mengamati masih banyak orang yang saling kritik tanpa ber-etika. Kalau zaman dulu, istilahnya asal nge-jeplak, atau mungkin lebih populer dengan sebutan nyinyir di zaman sekarang. Banyak kritikan atau komentar diunggah tanpa pikir-pikir dulu. Makanya marak slogan sosialisasi di ruang publik seperti “Think before sharing” atau “Think before posting”. 
Bijak Bermedsos di Masa Kini
Source: Pixabay

Saya pribadi menggunakan media sosial, sebagai sarana mencari informasi. Informasi apapun yang dirasa bermanfaat buat kehidupan saya sehari-hari. Baik soal masakan, tips kesehatan, cara berolahraga dan sesekali mengikuti gosip artis. Walaupun, rasanya tiap saat, tiap detik, selalu banjir informasi. Informasi yang berlimpah di lini media sosial membuat kita perlu menyaring, mana saja informasi yang benar atau informasi bohong alias berita hoaks. Memang, setiap orang punya hak dan kebebasan pribadi untuk menggunakan media sosial yang dimilikinya. Malah sebagian orang punya lebih dari satu akun di media sosial tertentu. Apakah akun media sosial tsb digunakan untuk kepentingan pribadi, kepentingan bisnis atau menjadi hal bermanfaat buat komunitas. Tentu, kita juga perlu berhati-hati sebelum meneruskan informasi apapun yang diperoleh. Bersikap cermat dan waspada rasanya bisa menjadi pegangan, buat siapapun yang aktif menggunakan media sosial.

Wednesday, November 21, 2018

Menyiapkan Anak Menghadapi UN


Realita Nilai UN
UN alias ujian nasional merupakan tes yang berstandar nasional bagi siswa siswi yang duduk di kelas 6 SD,  3 SMP, dan 3 SMA. Riuhnya pelaksanaan UN dalam beberapa tahun terakhir yang banyak dibahas para orangtua murid menjadi salah satu perhatian saya, apalagi anak saya akan menjalani UN tahun depan. Saya sendiri gak tau persis apakah UN ini sekedar berganti nama dari yang semula EBTANAS alias Evaluasi Tahap Akhir Nasional. Namun, dari beberapa ulasan yang saya baca, sepertinya pemerintah memang ingin meningkatkan mutu standar pendidikan di Indonesia. Makanya ada sebagian soal yang diujikan dalam soal UN kelas 6 SD, merupakan soal setara pelajaran SMP. Selain itu, mulai UN tahun ajaran 2017/2018 lalu, terdapat juga soal esai bukan hanya soal pilihan berganda. Siswa tentunya perlu persiapan khusus untuk berlatih dalam menjawab soal-soal esai ini. Sesuai data kementerian pendidikan dan kebudayaan, nilai rata-rata UN tingkat SD tahun ajaran 2017/ 2018 relatif menurun dibanding tahun sebelumnya.


Menyiapkan Anak Menghadapi UN
Sumber: Pixabay
Wah jujur saja, sebagai orangtua tentu saya rada ketar ketir juga. Meskipun pihak sekolah memberikan pelajaran tambahan atau bimbel khusus di luar jam belajar sekolah. Termasuk, bagi anak yang mengikuti bimbel tambahan lain yang diselenggarakan di luar pihak sekolah. Apalagi buat sekolah negeri favorit, yang mana nilai penerimaannya (passing grade) relatif tinggi. Tentu persaingan untuk diterima akan semakin sengit.

Menyiapkan Anak Menghadapi UN
Sumber: Shutterstock
Memotivasi
Ini menjadi bagian terberat, karena anak-anak pada umumnya menganggap waktu pelaksanaan  ujian masih jauh, ditambah beban pelajaran di Indonesia yang relatif berat. Saya bisa memahami beban anak zaman sekarang, 1 mata pelajaran bisa terdiri dari beberapa buku. Bukunya pun terkadang relatif tebal. Membawa buku dalam tas ransel saja rasanya seperti terhuyung-huyung. Buat saya, bagaimana menjaga mood anak supaya tetap semangat ditengah padatnya jadwal ulangan harian dan bimbel menjadi hal penting. Bagaimana saya selaku orangtua bisa mengarahkan agar sang anak sadar diri untuk rajin belajar supaya bisa mendapat nilai memadai, bukan nilai sempurna lho. Saya sendiri gak pernah mengharuskan nilai 100 ketika anak menghadapi ujian. Dalam arti nilai tes bisa mencukupi untuk memasuki sekolah negeri maupun sekolah swasta favorit yang diinginkan. Saya lebih senang menjelaskan, untuk memasuki sekolah negeri favorit tertentu mesti memiliki nilai rata-rata UN minimal 80 misalnya. Menurut saya, penjelasan nilai passing grade ini penting, sehingga anak dapat mengukur sejauh mana kesiapan dirinya menghadapi UN melalui hasil tes bimbel maupun Try Out di sekolah.
 

Menyiapkan Anak Menghadapi UN
Sumber: Shutterstock
Belajar vs Bermain
Saya berupaya membatasi anak agar tak terlalu lekat dengan gadget seperti ponsel. Biasanya anak-anak kalau sudah main HP atau games sering lupa waktu. Seringkali anak-anak merasa gak pernah puas dan menjadi candu. Rasanya menjadi tantangan bagi para orangtua saat ini, bagaimana mengatur waktu menonton tivi maupun bermain gadget secukupnya, dan mempelajari seabrek pelajaran setiap hari. Yaa memang, waktu bermain atau beristirahat bagi anak pasti berkurang. Bahkan,  ada orangtua teman anak saya, yang memang tak mengijinkan anaknya bermain HP sama sekali, hebat ya.
Bayangkan saja, bila setiap hari waktu bersekolah mulai jam 7 pagi hingga jam 1 siang, ditambah bimbel hingga jam 4 sore. Adapula anak yang bersekolah mulai jam 7 pagi hingga jam 3 sore, dilanjutkan bimbel hingga waktu magrib tiba. Bimbel sekolah umumnya diberikan sebanyak 2-3 kali dalam seminggu. Bimbel di luar sekolah, waktunya relatif tergantung jumlah mata pelajaran yang diikuti. Belum lagi bila ada tambahan bimbel dan ujian Try Out di akhir pekan. Fiuh, padatnya jadwal anak sekolah zaman sekarang.