Saturday, June 24, 2017

24 Hours Trip in Bandung City



Liburan Singkat di Bandung
Hai semua, kali ini aku mau sharing pengalaman singkat berlibur ke kota Bandung, Jawa Barat dalam waktu 24 Jam. Perjalanan singkat bersama anak-anak, berwisata sekaligus menyegarkan pikiran hehe. Perjalanan wisata ini, aku lakukan beberapa hari jelang bulan Ramadhan, mungkin bisa menginspirasi pilihan berlibur bagi teman-teman yang ingin bepergian saat lebaran atau liburan sekolah. Kira-kira dalam 24 jam bisa ngapain aja dan pergi kemana aja yaa? Sejak awal bepergian, niatnya adalah untuk menyenangkan hati anak-anak yang sudah lama gak berlibur. Ya fokus liburan seputar tempat wisata yang ramah anak, sekaligus memperhitungkan waktu tempuh. Kenapa begitu, mengingat Bandung yang memiliki julukan kota Kembang ini, seringkali macet lalinnya luar biasa meskipun bukan pada saat akhir pekan.
Wisata kali ini aku memilih naik kereta api, jujur saja ini pengalaman pertamaku naik kereta api ke Bandung, meskipun aku sudah seringkali bolak balik pergi ke Bandung. Naik kereta rasanya menjadi pilihan yang tepat, gak capek mesti nyetir mobil sendiri atau bermacet ria di jalan tol Cipularang. Fasilitas di dalam kereta api Argo Parahyangan kelas eksekutif lumayan kok, kursinya empuk dan interior kereta yang relatif bersih.

Interior KA Argo Parahyangan
Day 1
Suasana stasiun kereta api Gambir relatif ramai meskipun belum memasuki musim libur sekolah, sehingga agak kesulitan menemukan bangku kosong di ruang tunggu. Tak terlalu lama menunggu, kami berangkat menuju Bandung setelah pluit tanda keberangkatan kereta berbunyi. Kereta api tiba di kota Bandung sudah melewati waktu sholat Dzuhur, sehingga aku memutuskan untuk check in dulu ke hotel yang relatif dekat dengan stasiun Kereta Api. Setelah menaruh barang-barang dan sholat, kami pergi ke lokasi Saung Angklung Udjo yang terletak di wilayah Padasuka. Tak ingin ketinggalan pertunjukan angklung yang biasa dimulai pukul 15.30 WIB, aku memilih membeli makan siang untuk disantap dalam mobil rental selama perjalanan. Lupakan yaa rencana awal untuk sejenak leyeh-leyeh di warung makan khas Sunda yang banyak bertebaran di kota Bandung. Sungguh gak nyangka kalo lalin Bandung di siang hari kerja bakalan macet luar biasa. Hmm sambil geleng-geleng kepala...
Sekitar pukul 14.30an kami tiba di Saung angklung Udjo, setelah membeli tiket masuk pertunjukkan, masih ada waktu menunggu sambil berkeliling melihat-lihat suvenir khas Jawa Barat.

Suasana stasiun KA Gambir

Pertunjukan angklungnya ternyata seru banget lho, recommended  banget lah. Beda rasanya ketika hanya melihat melalui tayangan di internet atau televisi...anak-anakpun senang, karena permainan angklung membuat penonton riang dan terhanyut. Tak hanya pertunjukan angklung, adapula pertunjukkan tari-tarian tradisonal oleh para murid Saung angklung Udjo. Dua jempol lah buat almarhum mang Udjo yang sudah meng-inisiasi sekolah angklung ini. Selain melatih rasa seni sejak dini, anak-anakpun dilatih percaya diri dalam menampilkan keahlian mereka dihadapan wisatawan. Di akhir pertunjukkan para pengunjung diajak menari dan menyanyi bersama, sebuah pengalaman yang menyenangkan hati tentunya :)

Pertunjukkan Angklung anak-anak
Suasana pengunjung Saung Angklung Udjo
Aku jadi mikir, seandainya di setiap kota ada tempat pertunjukan seni yang menonjolkan unsur tradisional sekaligus melibatkan anak-anak sejak dini, pasti seru yaa. Kira-kira apa ada tempat semacam ini di Jakarta? Rasanya kok belum pernah dengar...Pertunjukkan angklung dikemas menarik, diselingi interaksi antara pembawa acara dan para wisatawan yang berkunjung. Yeay, it was fun, really :)
Usai menonton pertunjukan yang selesai dalam waktu sekitar 2 jam, aku memilih mampir membeli makanan di sekitar kawasan Braga. Aku memilih menu khas Sunda, nasi timbel dengan lauk ayam panggang, hmm yummy. Lagi-lagi tak ingin terjebak macet hanya demi mengejar impian makan di tengah kota hihi...Selanjutnya kembali ke hotel untuk beristirahat.

Menu Nasi Timbel
Satu hal yang perlu diingat saat jalan-jalan bersama anak-anak, ortunya yang harus menyesuaikan diri dengan ritme anaknya. Lupakan cita-cita ingin menonton live music dan menikmati seabrek hiburan malam lainnya yaa, apalagi kalau anaknya masih kecil-kecil hehe

Day 2
Setelah sarapan pagi, agenda wajib bagi anak-anak adalah berenang di kolam renang hotel. Sekitar jam 9 kami check out, lalu mampir ke pusat oleh-oleh di kawasan jalan Kamuning dan jalan Veteran. Selanjutnya menghabiskan sisa waktu di wahana wisata Kampung Gajah di kawasan Sersan Bajuri. Menurutku suasana tempat wisata Kampung Gajah relatif sepi dibanding beberapa tahun sebelumnya. Disini kami menikmati pemandangan dan tingkah lucu beberapa hewan seperti burung Merak, dan Angsa yang berada di kebun binatang mini. Anak-anak pun bisa menikmati beberapa permainan seperti mini ATV, dan  naik delman.

Suasana taman di Kampung Gajah

Thursday, May 18, 2017

5 Hal yang Kulakukan Menjelang Bulan Ramadhan



Apa saja yang aku lakukan menyambut bulan puasa?
1. Memastikan mengganti puasa yang bolong
Biasanya aku mencicil mengganti puasa selambat-lambatnya satu bulan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Waktunya bisa dicicil tiap Senin-Kamis, atau kalau mau sekalian bisa borongan, puasa berurutan dari Senin sampe Kamis. Bisa juga mengganti puasa sesegera mungkin setelah bulan Ramadhan berlalu. Rasanya tiap orang punya kebiasaan berbeda dalam mengganti puasa Ramadhan, yang penting kudu dipastikan bolong puasa tahun lalu sudah diganti. Puasa bolong bisa disebabkan beberapa hal, khusus perempuan biasanya kedatangan tamu bulanan, bisa juga karena sedang sakit atau ada hal mendesak lain yang menyebabkan seseorang tidak bisa menjalankan ibadah puasanya.
Ilustrasi Sahur, sumber: Shutterstock
2. Bebenah rumah
Menjadi kebiasaan menyambut bulan suci Ramadhan, untuk membersihkan perabotan dan perlengkapan rumah tangga supaya lebih nyaman menjalani ibadah puasanya. Bila rumah rapi, bebas debu rasanya akan lebih gembira mempersiapkan menu sahur dan berbuka puasa. Hal rutin yang perlu dilakukan sehari-hari setidaknya menyapu dan mengepel lantai rumah. Selain itu, membersihkan jendela rumah, mencuci korden, mengelap meja dan kursi. Wah banyak juga yaa peernya hehe
Ilustrasi bebenah rumah, sumber: Shutterstock
3. Menggunting Rambut
Tradisi memotong rambut menjadi kebiasaan sejak remaja, katanya biar penampilan terasa lebih segar dan rapi saat berpuasa. Meski sekarang aku menggunakan hijab, bisa menambah rasa pede juga lho kalau potongan rambut rapi. 

Ilustrasi gunting rambut, sumber: Shutterstock
4. Menyortir pakaian bekas yang masih layak pakai
Biasanya aku menjalankan tradisi ini setidaknya setahun sekali, memilah-milah mana pakaian yang sudah kekecilan atau pakaian yang sudah tidak kugunakan lagi namun masih layak dipakai. Pakaian bekas layak pakai bisa disumbangkan ke panti asuhan atau Masjid di lingkungan tempat tinggal. 
Ilustrasi memilah pakaian, sumber: Shutterstock

Monday, April 17, 2017

Mengapa Naik Motor Gak Pakai Helm?



Lalin Semrawut
Kali ini saya ingin bercerita tentang pelanggaran berkendara yang kerap saya temui di jalan raya sehari-hari, bukan ngobrolin hal-hal njelimet yah. Soalnya dalam hati ini udah kesel banget nih. Dalam beberapa tahun terakhir saya perhatikan orang berkendara makin seenaknya, terutama pengendara motor yang gak sabaran menunggu lampu lintas berganti hijau. Belum lagi para pelanggar lalu lintas yang melawan arah, kok seolah-olah dibiarkan sama aparat. Dan orang-orang juga semakin seenaknya kebut-kebutan. Heran deh, apa gak pernah mikir yaa kalau nyawa hanya satu-satunya. Apa gak pernah mikir kalau tindakannya bukan hanya bisa mencelakakan dirinya tapi juga bisa mencelakai diri orang lain.



Helmnya mana ?
Melihat pengendara motor yang tidak memakai helm, seolah menjadi pemandangan biasa setiap hari. Saya pribadi antara kesel dan gemes, kalau melihat bapak atau  ibu yang membonceng anak-anak mereka tanpa Helm!!! Bayangkan dimana mata hati mereka, lha wong bapak ibunya pake helm, trus anak-anaknya dibiarkan keleleran. Misalnya kalau terjadi sesuatu di jalan, siapa yang mau disalahkan? Katanya Ortu yang sayang sama anak, tapi kok sikapnya gak mencermikan tindakan mereka...duh gusti saya hanya bisa membatin, miris menyaksikan fenomena yang marak dewasa ini. Bahkan ada beberapa pengendara yang sama sekali tak menggunakan helm, baik orangtua maupun anaknya. Adapula pengendara yang menjadikan helm sekedar sebagai pajangan atau tentengan, dibawa kemana-mana tapi gak dipake, lucu yah. Belum lagi, para anak-anak dan remaja yang belum memiliki SIM, tapi diberi ijin orangtuanya untuk mengendarai motor. Padahal hari demi hari sudah begitu banyak kejadian laka lantas yang merenggut korban jiwa, kemana yaa kesadaran orang-orang ini. 
Hanya satu orang yang pakai helm
Semua gak pakai helm :(

Apa iya para orangtua segitu egoisnya hanya memperhatikan keselamatan diri mereka sendiri, tanpa memikirkan keselamatan anak-anaknya. Adapula orang dewasa yang membonceng anak balita dengan posisi yang tak aman. Para orang dewasa seharusnya sadar diri, bila memang tidak bisa tertib mengikuti aturan lalu lintas, ya sebaiknya tidak usah mengendarai motor, termasuk  tidak mengijinkan putra-putri mereka yang belum memiliki SIM untuk membawa motor sendiri. Hmm prihatin deh :(
Balita dibonceng sambil berdiri, posisi gak aman
Anak dibonceng tanpa helm

Yuk Berkendara dengan Aman
Banyak warga yang tinggal di kota besar seperti Jakarta  sudah semakin seenaknya sendiri, naek motor maupun naek mobil sambil kebut-kebutan, dan motong jalan sana sini. Seringkali saat lampu lalin belum berganti hijau saja, para pengendara motor sudah melewati batas jalan, dan tak jarang berani memotong bus yang sedang melintas. Hii syerem jadinya, gimana kalau sampai tertabrak atau terlindas yaa... Terlebih di perlintasan kereta api, ketika kereta api akan melintas masih banyak pengendara yang nekad menerobos palang pintu, atau mengantre di tepi rel kereta. Bayangkan kalau terjadi insiden tak terduga, apa jadinya nasib para pelanggar lalin ini? Seringkali ketika antre di palang pintu perlintasan kereta api, sepertinya semua orang gak sabaran. Banyak pengendara mobil  maupun motor mengambil jatah jalan orang yang datang dari jalur berlawanan. Bisa dibayangkan kalau tiba-tiba dalam waktu beberapa detik ada kereta yang mau lewat, teng....teng.....teng. Apa gak semrawut tuh lalu lintas, bahayanya itu lho. Kecepatan kereta api kan beda dengan mobil atau motor, gak bisa sembarangan nge-rem trus langsung berhenti. Seolah-olah para pengendara hanya hidup untuk hari itu, gak mikirin potensi bahaya yang mungkin terjadi. 

Wednesday, March 22, 2017

Air Susu Ibu, Makanan Terbaik Bagi Bayi





ASI Makanan Bayi
Para perempuan yang sedang hamil, calon ibu maupun para ibu yang memiliki bayi rasanya tak asing dengan istilah ASI alias Air Susu Ibu. ASI merupakan sumber makanan terbaik bagi bayi, dan wajib diberikan hingga bayi berusia dua tahun. Memang tak semua ibu memiliki ASI yang berlimpah, ada yang produksi ASInya berlebih hingga dapat disimpan (di-stok) untuk berbulan-bulan. Sebaliknya, ada ibu yang jumlah produksi ASInya sedikit, sehingga terkadang terpaksa memberikan bayinya susu formula. Lalu bagaimana rahasianya supaya ASI bisa lancar dan berlimpah? Berkaca dari pengalaman pribadi, saya mengikuti nasehat orang-orang tua zaman dahulu, memperbanyak konsumsi sayur-sayuran berwarna hijau dan makan buah-buahan di masa menyusui. Sayur daun katuk dan kacang hijau, merupakan dua menu utama yang kerap saya konsumsi setiap hari saat masa menyusui. ASI mengandung berbagai zat bergizi yang sangat berguna bagi pertumbuhan anak. Anak-anak yang memperoleh ASI secara eksklusif selama 6 bulan dan wajib dilanjutkan hingga berusia dua tahun, dipercaya dapat meningkatkan perkembangan otak anak secara maksimal.

sumber ilustrasi: Shutterstock

Pemberian ASI secara rutin, dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak sehingga anak tak rentan terkena penyakit. Selain itu, produksi ASI dapat berjalan lancar bila Ibu menjalankan dengan penuh percaya diri dan ketenangan. Selain memberi ASI dengan menyusui secara langsung. Ibu juga perlu memompa ASI secara rutin, untuk memicu peningkatan produksi ASI. Semakin sering seorang Ibu menyusui bayi secara langsung atau semakin sering dipompa otomatis jumlah produksi ASI akan semakin banyak. Apalagi bagi para ibu bekerja, yang harus memompa ASI di sela-sela pekerjaan sehari-hari, tentu harus pintar membagi waktu. Termasuk mencari ruang memadai dan bersih untuk memompa ASI, bila di tempat kerja tak tersedia ruang khusus laktasi. Hal yang perlu diingat dan ditanamkan di benak kita, bahwa jumlah ASI mencukupi bagi sang bayi. 

sumber ilustrasi: Shutterstock

ASI Booster Tea

Di zaman modern saat ini, berkembang aneka produk pelancar ASI, salah satunya ASI Booster Tea. ASI Booster Tea adalah minuman herbal yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan biji-bijian  yang sudah diolah sedemikian rupa, sehingga mudah dikonsumsi. Cara minumnya praktis, bisa diseduh dengan air hangat , atau dicampur dengan susu. ASI Booster Tea adalah minuman teh pelancar ASI yang dipercaya dapat meningkatkan jumlah produksi ASI hingga 900 %. Beberapa keunggulan yang terdapat pada ASI Booster Tea antara lain terbuat dari bahan herbal yang aman untuk ibu dan bayi, dapat melancarkan produksi ASI dalam waktu 24 jam hingga 72 jam. ASI Booster tea diracik dari bahan-bahan alami baik tumbuh-tumbuhan maupun biji-bijian dengan komposisi sedemikian rupa. Bahan-bahannya antara lain fenugreek seed,fenugreek powder, fennel seeds atau biji adas, fennel powder, cinnam venum (kayu manis), alpinia powder, anise, dan habbatussauda.
 
Produk ASI Booster Tea (sumber: FB Pejuang ASI II)
Testimoni lengkap mengenai manfaat pemakaian ASI Booster Tea, dapat dilihat di http://www.nakibu.com/testimoni/

Berikut beberapa testimoni beberapa teman yang sudah mengonsumsi ASI Booster Tea.
“Bayi saya dan saya tinggal ke Inggris 3 minggu, di sana dan di pesawat sudah memeras tapi ternyata tetap sedikit ASInya. Sampai Indonesia anak juga tidak mau minum lagi. Perasan ASI hanya tinggal sangat sedikit, 1 sendok hasilnya. Tapi saya usaha terus dan minum teh ASI, alhamdulillah sekarang sudah mengalir lancar lagi.”
Maftuhah Nurbeti, MPH, -Dokter dan dosen FK UII Yogyakarta

“Bayi berhenti saya susui, sempet nyusui sebulan. Tapi tetep gak banyak kalo dipompa cuma dapat 30-40 ml, sedangkan anak saya minumnya banyak. Sekarang gak keluar sama sekali, karena gak saya susui lagi. Relaktasinya, saya sudah menyusui langsung untuk memicu produksi ASInya. Terus saya coba konsumsi ASI Booster. Baru 2 hari konsumsi alhamdulillah ASInya mulai keluar walau  setetes, relaktasi tetap berlanjut.”
Lina- Surabaya
 

sumber: Asi.web.id & Nakibu.com

ASI Booster Tea dapat langsung diminum, bisa ditambah gula, madu, creamer. Bisa juga dibuat campuran minuman seperti jus, susu, atau dibuat milkshake. Nah adapula contoh video tutorial cara mengolah ASI Booster tea, seperti ini:

 

Buat teman-teman yang sedang menyusui, tetap semangat memberikan ASI yaa. ASI eksklusif untuk enam bulan pertama dalam kehidupan bayi, dan pemberian ASI diteruskan hingga bayi berusia dua tahun selain pemberian makanan pendamping ASI. Selamat mencoba ASI Booster Tea.

Salam