Saturday, May 12, 2018

Belanja Jilbab di Thamrin City



Persiapan Ramadhan
Hai semua, menjelang bulan puasa Ramadhan 1439 Hijriah pada sibuk ngapain nih? Pada umumnya setiap umat muslim sudah mempersiapkan diri ya, baik persiapan secara fisik maupun mental. Umat muslim juga memiliki tradisi melakukan ziarah, biasanya satu atau dua minggu sebelum memasuki bulan puasa. Atau ada yang sudah menyicil belanja jilbab atau baju gamis buat lebaran hehe.

belanja jilbab
Belanja Jilbab di Thamrin City


Nah kebetulan nih, beberapa hari lalu aku menyempatkan diri belanja jilbab ke Thamrin City, sebuah pusat perbelanjaan yang banyak menjual perlengkapan sholat, umroh maupun haji, termasuk aneka kerudung atau jilbab. Menurut aku, lebih baik menyempatkan diri mampir ke sini bila masih ada waktu. Pas aku berbelanja, pembeli baju muslim sudah agak ramai. Biasanya, berbelanja jelang bulan Ramadhan atau di awal bulan puasa belum terlalu ramai dibandingkan berbelanja sepekan sebelum hari Raya Idul Fitri. Setidaknya, aku masih lebih leluasa memilih barang, lorong di pertokoan juga belum terlalu padat, dan proses tawar menawar jadi lebih nyaman.

belanja jilbab
Belanja Jilbab di Thamrin City

Belanja Jilbab
Sebenarnya aku bukan tipe orang yang harus belanja jilbab atau baju baru buat lebaran, tapi memang stok jilbabku masih relatif sedikit. Makanya aku sempatkan mampir ke Thamrin city sambil melihat-lihat model terbaru. Di sini, selain banyak pilihan, baik model maupun motifnya, harganya juga bervariasi tergantung kualitas bahannya. Bahan kerudung bervariasi sekali, ada katun, silk, satin. Adapula model pashmina. Mau belanja jilbab polos atau bermotif? Semua tergantung selera masing-masing yaa.
Kerudung atau scarf yang difungsikan sebagai jilbab masa kini, berwarna-warni.  Motif abstrak atau bunga rasanya masih mendominasi trend jilbab di tahun 2018 ini.

belanja jilbab
Belanja Jilbab di Thamrin City

Kebanyakan jilbab berbahan satin bercorak ditawarkan dengan harga satuan antara 15-25 ribu rupiah. Rata-rata penjual memasang harga 100 ribu rupiah untuk 6 buah, 100 ribu rupiah untuk 5 buah atau 100 ribu rupiah  untuk 4 buah. Tapi adapula jilbab berbahan katun yang relatif murah, seharga 10 ribu rupiah hingga 12 ribuan rupiah per buah, lumayan kan gak perlu cape-cape nawar. Adapula jilbab yang berbahan atau bertekstur agak tebal, harganya berkisar 40 ribu hingga 60 ribuan rupiah per buah. Mau beli satuan boleh, atau mau ngeborong? Sekalian belanja jilbab untuk hadiah keluarga, teman atau oleh-oleh buat keluarga di kampung halaman. Mangga dibeli :)

belanja jilbab
Belanja Jilbab di Thamrin City

Baju muslim atau gamis banyak dijual mulai harga 100 ribu rupiah per potong. Bukan hanya baju muslim untuk wanita dewasa, baju muslim untuk anak-anak mulai usia 2 tahun juga ada. Harga baju muslim anak bervariasi mulai 50 ribu rupiah per potong. Baju koko buat pria juga banyak banget modelnya. Harga obral rata-rata mulai 75 ribu rupiah per potong.

belanja jilbab
Belanja Jilbab di Thamrin City
belanja jilbab
Belanja Jilbab di Thamrin City
Baju koko untuk anak laki-laki juga banyak, rata-rata dijual per stel mulai 75 -125 ribu rupiah. Kebanyakan toko jilbab maupun baju muslim berada di lantai 3 A dan lantai 5, sebagian toko baju koko berada di lantai 1. Pokoknya puaslah kalau ngubek-ngubek toko seharian, dan biasanya buibuk suka lupa waktu pas berbelanja, hehe.

Akses ke Thamrin City
Thamrin city, lokasinya relatif mudah dijangkau. Akses ke pertokoan Thamrin City juga relatif mudah, posisinya sederetan dengan pertokoan Grand Indonesia. Bisa naik ojek, taksi, atau kendaraan pribadi. Kalau naik bus transjakarta, pastikan turun di halte Tosari, Sudirman. Nah dari halte Tosari, bisa melanjutkan naek ojek dari pangkalan, atau berjalan kaki. Kalau berjalan kaki butuh waktu sekitar 15-20 menit lah.

Friday, March 30, 2018

Menu Laksa Ayam So Good



Menu Piring Gizi Seimbang Laksa Ayam So Good
Ayam adalah salah satu masakan kegemaran keluargaku. Tapi yang menjadi tantangan sehari-hari adalah bagaimana menyajikan menu sepiring makanan sehat dan bergizi seimbang, dalam waktu yang relatif singkat. Bagaimana menyajikan menu piring gizi seimbang? Patokanku, komposisi makanan mengandung porsi 15% protein misal protein berbahan dasar produk So Good, 15% buah, 35 % sayur mayur, serta 35% bahan pangan sumber karbohidrat. Seringkali aku harus menyiapkan menu masakan dalam waktu yang relatif singkat misal untuk menu sehari-hari, acara keluarga, atau menjamu kerabat yang mendadak datang dari luar kota. Bagaimana memasak menu piring gizi seimbang dalam waktu singkat? rahasiaku terletak pada stok ayam So Good. Stok ayam potong So Good sangat membantu waktu persiapan dan mempercepat waktu memasak. Ayam pilihan So Good yang sudah dipotong-potong mempermudah menyiapkan aneka masakan.

menu laksa ayam so good
Menu Laksa Ayam So Good

Kebiasaan memiliki stok bumbu dapur, sayuran dan buah-buah juga membantu proses memasak. Aku biasa membeli stok buah dan sayur di pasar tradisional setiap minggu, harganya relatif terjangkau dan bisa ditawar pula. Selain menu ayam sebagai sumber protein, nasi putih sebagai sumber karbohidrat, biasanya aku menyiapkan sayur dedaunan hijau seperti timun dan selada. Serta menyiapkan buah-buahan sebagai sumber nutrisi dan vitamin, seperti apel, pisang atau pepaya. Pada menu piring gizi seimbang kali ini, aku memasak menu Laksa Ayam.

sumber: www.sogood.id


Ayam merupakan sumber protein yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak maupun orang dewasa. Menu Laksa Ayam dilengkapi timun yang kaya dengan aneka vitamin. Selain terasa segar saat dikunyah, timun memiliki khasiat bagi kesehatan kulit dan memperlancar proses pencernaan. Tak lupa nasi putih sebagai sumber tenaga atau sumber karbohidrat. Dilengkapi buah apel yang relatif mudah diperoleh dan gampang dikonsumsi, bisa dipotong-potong sesuai selera atau langsung digigit.

sumber: www.sogood.id


Buat aku, menu piring gizi seimbang sangat penting karena apa yang dikonsumsi sehari-hari di dalam tubuh akan menentukan kondisi fisik tubuh kita dalam jangka panjang.

Cara Praktis Menyiapkan Laksa Ayam
Resep memasak Laksa Ayam untuk menu piring gizi seimbang ini terdiri dari 450 gram ayam potong So Good, dan bisa dikonsumsi untuk 5-6 orang. Untuk melengkapi menu piring gizi seimbang, aku menyiapkan 250 gram timun atau sekitar 3 buah timun, menanak 2 liter beras dan buah Apel sebanyak 1 kg. Dengan dana sekitar 100 ribu rupiah untuk membeli bahan baku menu piring gizi seimbang Laksa Ayam, bisa untuk makan kenyang bagi sekeluarga. Menurutku relatif hemat masak sendiri sesuai selera hehehe. Menu Laksa Ayam, adalah salah satu menu favorit keluargaku. Resep yang aku pakai sudah dimodifikasi dari berbagai resep yang pernah aku uji coba, agar rasanya pas dan tak terlalu pedas sehingga enak dinikmati bagi semua anggota keluarga. Menikmati Laksa Ayam paling pas ketika tersaji dalam keadaan hangat, terasa nikmat sekali...hmm jadi tambah lapar yaa.

menu laksa ayam so good
Menu Laksa Ayam So Good

Bahan baku:
Ayam  potong So Good 450 gram, santan 2 liter. Bumbu halus yang terdiri dari 16 butir bawang merah, 8 siung bawang putih, 5 cabai merah, 4 cm kunyit, 6 butir kemiri, gula pasir dan garam secukupnya. Minyak goreng untuk menumis

Cara memasak:
Setelah bumbu halus siap, tumis bersama daun salam & serai, hingga harum. Masukkan ayam potong dan santan, aduk merata. Masak hingga matang, lalu Laksa Ayam siap disajikan.

menu laksa ayam so good
Menikmati Menu Laksa Ayam So Good

Wednesday, March 28, 2018

Cara Ampuh Atasi Diare



Serba-Serbi Diare
Kamu pernah sakit perut gak? Perut terasa sakit, mules dan rasanya pengen bolak balik buang air besar. Rasanya hampir setiap orang pernah  mengalami hal serupa ya. Apalagi kalau bukan kena diare alias mencret. Saya pernah mengalami diare beberapa kali, biasanya karena makan terlalu banyak sambal atau cabai rawit. Atau kadang secara gak sadar saya mengonsumsi makanan yang tercemar kuman, seperti jajanan pinggir jalan yang ternyata dihinggapi lalat.

sumber: Shutterstock

Diare adalah kondisi ketika frekuensi buang air besar terjadi lebih sering dan bentuknya relatif kurang padat, umumnya lebih dari dua kali dalam sehari. Bila diare tak diatasi secara benar & tepat dikhawatirkan dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan. Diare dapat terjadi pada semua orang dari berbagai usia, baik anak-anak, remaja, orang dewasa maupun lansia. 

sumber: Shutterstock

Cara Pengobatan Diare yang Benar
Ketika saya terkena diare, biasanya saya selalu memperbanyak minum air putih yang ditambah satu sendok gula dan garam, supaya tenaga dapat segera pulih. Kalau diare terjadi sebanyak 1-2 kali dalam sehari mungkin gak terlalu terasa, tapi kalau diare terjadi  lebih dari 3 kali dalam sehari badan umumnya terasa sangat lemas. Makanya, atasi diare dengan tepat & benar.  Selama ini saya selalu mengobati diare mengikuti resep keluarga turun temurun dengan mengombinasikan mengonsumsi obat diare serta minum  air  putih maupun teh pahit. Alhamdulillah, selama ini cara kombinasi tersebut berhasil mengatasi diare yang saya alami tak lebih dari sehari semalam. Soalnya kalau diare terjadi berkepanjangan, terjadi dehidrasi parah atau kekurangan cairan tubuh hingga berhari-hari bahaya lho, tubuh bisa demam, menggigil dan pada beberapa kasus bisa berakhir dengan kematian.

Atasi Diare dengan Tepat & Benar

Oleh karena itu, atasi diare dengan tepat & benar, salah satunya dengan mengonsumsi obat diare yang banyak diperjualbelikan di apotek. Salah satu obat diare yang sering dikonsumsi adalah obat Entrostop produksi PT Kalbe Farma yang mengandung Attapulgite dan Pectin. Pada kemasan obat Entrostop,  juga tercantum dosis penggunaan obat baik bagi anak-anak maupun bagi orang dewasa. Sesuai ketentuan, penggunaan maksimal bagi anak usia 6 hingga 12 tahun maksimum 6 tablet dalam 24 Jam. Sedangkan, bagi anak dengan usia diatas 12 tahun dan orang dewasa maksimum 12 tablet dalam 24 jam. Kalau saya biasanya minum obat diare 1-2 tablet setiap kali mencret. Konsumsi obat dapat dihentikan saat diare sudah sembuh atau sudah gak mencret lagi. 

Atasi Diare dengan Tepat & Benar

Saturday, March 24, 2018

Sisi Jenaka Customer Service


Sisi Jenaka Customer Service
Hai semua, kali ini saya mau ngobrolin soal rupa-rupa pengalaman terkait pelayanan yang diberikan mbak-mbak maupun mas-mas di lini customer service atau pelayanan pelanggan.
Ini bukan obrolan serius
dan bukan nyinyir juga, saya cuma mau ngebahas serba serbi jenis layanan pelanggan sesuai fakta yang pernah saya alami, that’s it. Konon tipikal orang Indonesia pada umumnya dikenal ramah di mata orang bule. Namun, menurut saya pada kenyataannya  masih banyak hal-hal yang kudu dibenahi, khususnya terkait sistem pelayanan terhadap para konsumen atau pelanggan. Mayoritas orang Indonesia memang ramah dan murah senyum. Namun dalam aspek pelayanan terhadap konsumen atau pelanggan butuh lebih dari sekedar senyum manis hehehe.


sisi jenaka customer service
sumber: Pixabay

Customer Service Butuh Credit Point
Rasanya, setiap orang pernah mengalami kejadian yang mungkin kurang menggenakkan, kurang pas, atau mungkin justru pengalaman buruk saat berhubungan dengan pihak-pihak di lini customer service. Saya sendiri relatif sering mengalami hal-hal lucu terkait hal ini. Misalnya suatu hari saya pernah pesan makanan di counter sebuah bioskop. Ceritanya begini,  secara saya berpikir positif, saya hanya bilang pesan popcorn 1 box, tanpa menyebutkan ukurannya. Staf customer service tau-tau memberikan box popcorn yang relatif besar, tanpa ba bi bu. Ealah ndelalah kok pas mau bayar, saya ditagih hampir 3 kali lipat dari harga normal karena ternyata ukuran box popcornnya jumbo. Sebenarnya dalam hati saya ada rasa curiga, saya mikir sepertinya ini cara staf tsb supaya dapat credit (nilai tambah) di mata perusahaan karena berhasil mendongkrak penjualan. Menurut saya, mestinya caranya gak gitu yaa. Staf customer service bisa bertanya dengan sopan sebelum nota di print out di mesin kasir, misal “Ibu mau jenis popcorn dan ukuran yang mana? Saya juga paham kok, buat staf sales maupun staf customer service, jumlah penjualan baik secara kuantitas maupun nilai penjualan menjadi tolok ukur kesuksesan. Untungnya pada saat itu, saya dalam kondisi membawa cukup uang dan lagi-lagi saya males memperpanjang masalah. Rasanya praktek yang dilakukan semacam ini bisa terjadi di berbagai penjualan produk lain. Bagi saya, metode seperti ini ibarat membohongi atau menjebak konsumen secara halus. 

sisi jenaka customer service
sumber: Pixabay

Adalagi pengalaman  yang saya alami terkait credit point. Ceritanya di sebuah gerai operator telekomunikasi saya mau mencari informasi tentang cara berganti paket langganan. Pada hari itu, saya dilayani oleh mbak X yang menjelaskan harganya sekian untuk paket internet xxx. Lalu 2 minggu kemudian saya datang lagi untuk mengganti paket langganan.  Sesuai nomor antrean, mbak customer service yang melayani saya berbeda. Sebut saja, mbak Y. Nah mbak Y ini bilang, kalau pakai nomor baru alias beli nomor perdana, baru bisa beli paket internet xxx tsb, dan kalau menggunakan nomor lama paketnya agak berbeda dengan harga sekian plus plus. Pada saat itu saya langsung mikir, waduh bagaimana ya kok gak ada standar penjelasan informasi buat konsumen? Apa iya, ada kesalahan pemberian informasi saat pertama kali saya bertanya. Atau memang, mbak yang bertugas ingin memperoleh credit point karena berhasil menjual paket internet yang lebih mahal buat konsumen? Ntahlah. Memang dasar saya males memperpanjang masalah, meski dalem hati  rasanya dongkol hihi. 

sisi jenaka customer service
sumber: Shutterstock

Label Harga Berbeda
Pengalaman lain mengenai perbedaan harga di label produk dengan harga di komputer kasir. Buibuk kudu waspada saat berbelanja di supermarket atau minimarket. Seringkali price tag atau barcode produk promo belum diupdate sesuai iklan. Mungkin juga pihak penjual gak bermaksud membohongi, namun karena keterbatasan sistem menyulitkan update label harga per produk. Dulu, saya pernah bertanya ke staf customer service & kasir, mereka memang mengakui belum sempat atau gak mungkin sempat mengupdate price tag berkala setiap hari. Ya, secara terdapat puluhan atau bahkan ratusan produk yang dijual, pasti merepotkan. Bisa jadi, sistem manajemen pelabelan harga produk yang belum sempurna  atau memang ada keterbatasan saking banyaknya produk yang dijual. Lagi-lagi, kita sebagai konsumen mesti ekstra jeli saat berbelanja. Beberapa tahun silam, ayah saya pernah beli pasta gigi merek A ternyata pas tiba di rumah isinya berbeda, pasta gigi merek B. Ya memang belum tentu pihak minimarket yang alpa, tapi bisa juga pihak " konsumen nakal" yang menukar barang saat berbelanja, who knows.

Sunday, March 4, 2018

Bajay is My Favourite Vehicle



Public Transportation in Jakarta
Nowadays, there are several kinds of public transportation in the city of Jakarta. There are several types of buses without air conditioner, that still operating until now such as Metromini and Kopaja. There is Metromini, the regular bus with the orange colour. There are several buses like Kopaja with the white green colour.  There is also smaller minibus called “Mikrolet” and “Angkot”. Mikrolet & Angkot usually provide for short and medium routes.  Some regular buses are also still operating until now. But some of them have been disappeared because of the transformation in the transportation system in Jakarta.

foto transportasi mutie
Metromini & Kopaja
Today or in the last few years, Jakarta has a better transportation system called transjakarta bus. It is connecting the bus with some fix routes and certain bus stop, also with special way in some roads. Well I think it is a better way to take a city tour, especially for people who come to Jakarta for the first time. The transjakarta bus connected some areas in Jakarta and to the border of Jakarta, Bekasi and Tangerang; also there are special bus to Bogor city. Transjakarta charges around 3500 rupiah for one trip; you don’t have to pay more if you are not going out from the bus station.

foto transportasi mutie
TransJakarta Bus & Commuter Line Train

Jakarta also has a commuter line train, the train that connects the jabodetabek area from Jakarta, Bekasi, Tangerang and Bogor city. The ticket price is also affordable, less than fifteen thousand rupiah. Compare to the year around 1990s, at that time the public transportations was very limited. People did not have many choices in the past. The problems included the infrastructure, the bus stop, and the number of the bus. It was a familiar view, that we saw buses full of people, like “pepesan” in the slang language.

foto transportasi mutie
Regular Ojek
How I love the bajay
As a local citizen, I usually go to some places by public transportation. Why? Because it usually faster, then I don’t have to drive by myself, release the stress from driving in the traffic jam. Traffic jam can makes me get headache, for sure. Of all the public vehicles, but what I like most is the Bajay, the 3 cycles vehicle that operates in certain areas. It is turn out from the orange typical colour to the blue one with BBG in the last few years. The sound of the blue bajay is not noisy as the orange bajay in the past. 

foto transportasi mutie
Bajay, my favourite