Wednesday, October 6, 2021

Pengalaman Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas

 

Halo apa kabar? Rasanya udah lama banget gak nulis di blog. Kali ini aku mau berbagi cerita mengenai pengalaman vaksinasi Covid-19 di puskesmas. Sejak pandemi melanda di awal tahun 2020, kehidupan masyarakat sontak berubah. Hampir semua kegiatan dilakukan secara online, sekolah online, bekerja secara online, dan banyak lagi. Saat itu, belum ada vaksin. Warga melindungi diri dengan menggunakan masker, memakai pelindung wajah atau face shield, dan mengurangi bepergian ke luar rumah.

Memasuki tahun 2021, pemerintah mulai mendatangkan vaksin untuk mencegah penyakit Covid-19.  Di semester pertama 2021, jumlah vaksin Covid-19 masih amat terbatas. Prioritas vaksinasi ditujukan bagi para tenaga kesehatan yang berada di garda depan. Seiring waktu, stok vaksin mulai bertambah, dan dilakukan terhadap warga di Jakarta di sejumlah tempat maupun puskesmas. Pada pertengahan 2021, umumnya jenis vaksin yang digunakan Sinovac dan AstraZeneca. Saat itu aku berkesempatan mengantar kerabatku yang ber-KTP luar DKI Jakarta untuk vaksinasi di puskesmas, yang masih membutuhkan surat pengantar domisili. Aku jadi sibuk bolak balik ke kelurahan dan ketua RT, untuk membuat surat pengantar domisili, sebelum mendaftarkan vaksinasi di puskesmas.


Sekitar bulan Juni 2021, di puskesmas juga tak selalu tersedia vaksin. Ketika mengantar kerabatku, di puskesmas terdekat hanya tersedia vaksin AstraZeneca. Selain itu, jadwal vaksinasinya pun tak setiap hari, dalam sepekan ada 3 hari yang diperuntukkan untuk vaksinasi. Tentunya, hal ini berkaitan dengan jumlah atau stok vaksin yang masih terbatas. Proses vaksinasi di puskesmas relatif simpel, upayakan datang di pagi hari untuk mengambil nomor urut antrean vaksinasi. Apalagi setiap puskemas memiliki kuota masing-masing, terkait jumlah orang yang dapat divaksin. Kemudian mengisi formulir yang sudah disediakan. Selanjutnya menunggu giliran vaksin, dicek suhu badan dan tekanan darah. Waktu vaksinasi, dari mulai menunggu giliran hingga selesai divaksin sekitar satu jam.


Sekitar bulan Juli 2021, pemerintah mengeluarkan peraturan yang mengijinkan anak usia 12 tahun hingga 17 tahun untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19, khusus menggunakan vaksin Sinovac. Saat aturan ini berlaku, surat keterangan domisili sudah tak diwajibkan lagi. Jadi siapapun yang sudah menjadi sasaran vaksinasi meski ber-KTP luar DKI Jakarta, boleh mengikuti vaksinasi di puskesmas manapun di Jakarta. 


Selain di puskesmas, ada beberapa lokasi vaksinasi yang digunakan pemerintah seperti RPTRA (Ruang publik terpadu ramah anak) dan sejumlah mal. Menurutku, akan lebih baik jika dapat melakukan vaksinasi di puskesmas terdekat. Selain menghemat waktu perjalanan, prosedurnya pun mudah. Semoga stok vaksin bisa segera merata di seluruh Indonesia, karena masih banyak warga yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19. Saat ini merek vaksin Covid-19 yang digunakan semakin beragam, ada Pfizer, Moderna, selain Sinovac dan AstraZeneca. Mencegah lebih baik dari mengobati, semboyan yang mungkin terdengar klise. Memang vaksin bukan obat penyakit. Namun, dengan mengikuti vaksinasi berarti kita sudah melakukan upaya perlindungan diri, ber-ikhtiar agar mencegah terkena penyakit Covid-19.

 

Monday, July 6, 2020

Kisruh PPDB di Sekolah Negeri



PPDB di Sekolah Negeri
Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolah negeri di Jakarta, sudah menggunakan sistem online selama beberapa tahun terakhir. Terdapat beberapa jalur masuk bagi siswa yang ingin mendaftar atau melanjutkan pendidikan di sekolah negeri, seperti jalur afirmasi, jalur zonasi, jalur prestasi. Secara khusus, saya ingin membahas jalur zonasi yang kerap menjadi permasalahan. Setiap daerah memiliki sistem seleksi yang berbeda-beda. Bertahun-tahun, jalur zonasi menggunakan nilai UN (nilai ujian nasional) sebagai tolok ukur seleksi penerimaan siswa baru di sekolah negeri di DKI Jakarta. Secara umum misalnya, bila terjadi peningkatan nilai UN SD biasanya akan semakin meningkatkan passing grade atau nilai kelulusan penerimaan di sekolah negeri favorit, atau sekolah yang banyak diminati siswa.

PPDB DI SEKOLAH NEGERI
Ilustrasi Sekolah Negeri

Jalur Zonasi di Jakarta
Jalur zonasi yang digunakan pada 2019 di Jakarta adalah zonasi kelurahan. Siswa diperbolehkan mendaftar bila alamat siswa termasuk dalam daftar kelurahan yang bisa mendaftar pada sebuah sekolah negeri tertentu. Standar seleksi siswa, yang menentukan siswa diterima atau tidak diterima, menggunakan nilai UN (Ujian Nasional).
Patokan nilai UN sebagai dasar seleksi, maka ada nilai batas bawah UN agar siswa tersebut bisa masuk diterima di sekolah tertentu. Di Jakarta misalnya, tahun 2019 lalu secara umum nilai rata-rata UN siswa kelas 6 SD meningkat dibanding nilai UN kelas 6 SD tahun 2018. Dampaknya apa? Di SMP negeri misalnya, kisaran (range) nilai ambang batas bawah hingga nilai ambang batas atas penerimaan siswa meningkat rata-rata 5 hingga 10 poin. Terdapat pergeseran passing grade kisaran nilai UN untuk memasuki sekolah negeri yang banyak peminatnya. Akibatnya, banyak orangtua yang terkecoh, karena data seleksi PPDB 2018 kurang relevan digunakan sebagai patokan bagi siswa lulusan 2019 yang ingin memasuki sekolah negeri tertentu.


PPDB Tahun 2019 vs PPDB Tahun 2020
Pada tahun 2019 lalu, protes orangtua murid terhadap PPDB terjadi di beberapa wilayah. Di Bogor dan Surabaya misalnya, menggunakan sistem zonasi dengan pengukuran jarak tempat tinggal ke sekolah yang menjadi dasar seleksi diterima atau tidak diterima. Banyak orangtua murid protes, karena merasa nilai UN anaknya mencukupi namun gagal diterima di sekolah pilihan.
Tahun 2020 ini, ujian nasional (UN) dihapuskan karena pandemi Covid-19. UN dihapuskan setahun lebih awal dari rencana semula penghapusan UN pada tahun 2021, di sisi lain sistem penilaian baru pengganti UN belum diterapkan pemerintah. Tahun 2020, siswa yang mendaftar di jalur zonasi di Jakarta, dikejutkan dengan patokan seleksi masuk berdasarkan usia calon siswa. Siswa yang berusia lebih tua otomatis diprioritaskan untuk diterima di sekolah negeri yang dituju. Banyak orangtua siswa protes karena anak-anaknya tak diterima di sekolah pilihan, disebabkan usianya kalah tua dari para calon siswa lain. Selain itu, rentang usia maksimal siswa yang diterima juga relatif besar. Pada PPDB tahun ini, siswa berusia 14 tahun masih bisa mendaftar ke kelas 1 SMP, dan siswa berusia 17 tahun masih bisa mendaftar ke kelas 1 SMA. Banyak orangtua murid mengeluhkan, sosialisasi mengenai dasar usia menjadi tolok ukur seleksi penerimaan jalur zonasi pada PPDB 2020 relatif minim. Akibatnya, para orangtua yang mungkin ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta sebagai alternatif harus gigit jari. Kenapa? kebanyakan sekolah swasta sudah mengadakan ujian masuk di awal tahun 2020. Pada saat PPDB sekolah negeri berlangsung, mayoritas pendaftaran di sekolah swasta sudah ditutup atau kalaupun masih ada yang membuka pendaftaran, kuotanya terbatas. 


Adakah Sistem PPDB Ideal?
Berbagai sistem PPDB yang digunakan dalam proses seleksi penerimaan siswa baru di sekolah negeri, kerap menimbulkan pro kontra. Lalu bagaimana sebenarnya sistem yang paling ideal atau paling obyektif untuk digunakan sebagai dasar penerimaan siswa? Apakah dasar seleksi menggunakan usia ini menjadi dasar yang obyektif? Saya pikir, patokan usia ini kurang obyektif. Saya pribadi lebih setuju bila ada ujian bersifat nasional, meski namanya bukan UN. Apakah ujian sekolah atau ujian bersama, dimana menjadi patokan seleksi jalur zonasi. Ujian ini juga bisa digunakan untuk mengukur sejauh mana kualitas pendidikan di Indonesia, agar tak kalah saing dengan anak-anak dari negara lain.

Saturday, June 27, 2020

Cara Memperpanjang STNK Saat Pandemi Covid19


STNK kendaraan habis masa berlaku di saat pandemi? Wah, kemana sebaiknya mengurus perpanjangan STNK? Beberapa waktu lalu, saya mengurus perpanjangan STNK ke kantor Samsat. Sebelum berangkat, saya mencari berbagai informasi di internet apakah lebih baik mengurus di mal atau di kantor Samsat. Lalu, saya memutuskan untuk mengurus perpanjangan STNK di salah satu kantor Samsat, karena saya pikir akan lebih cepat selesai mengingat jam buka pelayanan di kantor  sejak pagi hari. Ternyata perkiraan saya benar, apalagi kantor pelayanan Samsat  buka setiap hari Senin hingga Sabtu, sejak pukul 8 pagi. Sedangkan gerai pelayanan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) yang terdapat di sejumlah mal, mulai buka agak siang sekitar jam 11-12 mengikuti jam buka mal.
CARA MEMPERPANJANG STNK
Protokol Kesehatan di Kantor Samsat

Saya tiba di kantor Samsat sekitar pukul 7.30 pagi. Saat itu, antrean tidak terlalu padat meski terlihat cukup ramai. Sesuai protokol kesehatan untuk pencegahan penyakit Covid19 di saat masa PSBB transisi, setiap pengunjung atau siapapun yang akan mengurus perpanjangan surat kendaraan wajib mengikuti protokol kesehatan, seperti mencuci tangan dengan bersih sebelum memasuki ruangan , pemeriksaan suhu tubuh, melewati bilik disinfektan. Perlu diingat juga, wajib pakai masker di lingkungan kantor Samsat.

Loket pengurusan surat kendaraan roda dua dan roda empat terpisah, di ruangan yang relatif besar. Tentu hal ini sangat membantu masyarakat, untuk menghindari penumpukan atau kerumunan saat mengantre. Hanya saja bangku di ruang tunggu memang terbatas, sebagian warga mesti mengantre sambil berdiri.  Setelah mengisi formulir perpanjangan STNK yang disediakan, kita bisa langsung mengantre di loket pengumpulan formulir.

CARA MEMPERPANJANG STNK
Pengisian Formulir

Jangan lupa membuat fotokopi dokumen-dokumen yang diperlukan sebelum berangkat, agar tak repot mencari tempat fotokopi di lokasi. Dokumen yang wajib difotocopi adalah KTP, STNK serta BPKB (Bukti Pembelian Kendaraan Bermotor). Sertakan pula KTP asli dan STNK asli untuk pengecekan di loket pendaftaran.

Monday, June 8, 2020

Peran Orangtua Saat Anak Ujian Daring



Belajar dari Rumah
Sejak penerapan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di Jakarta pada pertengahan bulan Maret 2020 lalu, proses pembelajaran dialihkan dari pertemuan fisik di sekolah menjadi pembelajaran jarak jauh dari rumah siswa atau melalui sistem daring. Proses pembelajaran di rumah dikenal juga dengan istilah Home Learning.

Peran Orangtua Saat Anak Ujian Daring
Ilustrasi: dok. pribadi

Sistem Daring (Online)
Pembelajaran jarak jauh (sistem daring) tentu memiliki sejumlah konsekuensi. Bila di Jakarta, jaringan internet bisa dibilang relatif lancar. Sedangkan di daerah pelosok, jaringan internet belum tentu lancar setiap saat. Sistem pembelajaran jarak jauh, mendorong orangtua kreatif dalam mendampingi proses pendidikan putra putrinya. Meski guru mengawal proses belajar sehari-hari, pada dasarnya siswa siswi dituntut disiplin mengerjakan dan mengumpulkan tugas yang diberikan.

Peran Orangtua Saat Anak Ujian Daring
Ilustrasi: dok. pribadi

Peran Orangtua
Otomatis peran orangtua di rumah bertambah, mendampingi proses belajar sekaligus menjalankan peran seperti layaknya guru sekolah. Kondisi semacam ini perlu disiasati agar tak membebani anak-anak maupun para orangtua. Proses pendidikan jarak jauh membutuhkan kedisiplinan tinggi, apalagi bila suasana belajar di rumah terasa seperti liburan. Anak biasanya merasa bebas menentukan kapan mau bermain dan kapan mesti belajar. Para orangtua perlu menyiapkan anak-anak menghadapi ujian daring, dan mendukung proses pembelajaran dengan baik. Misalnya mempelajari pelajaran sekolah setiap hari seperti biasa. Jangan sampai anak-anak belajar mepet mendekati waktu ujian.

Sunday, May 31, 2020

Apa yang Mesti Dipersiapkan Menghadapi Situasi “New Normal”?



Istilah “New Normal”
Bagi saya pribadi, istilah “New Normal” atau kondisi kenormalan baru yang digaungkan pemerintah lebih mengarah terhadap upaya menormalisasi kegiatan perekonomian, aktivitas pemerintahan, maupun kegiatan sosial di masyarakat. Aktivitas bisnis misalnya bisa dijalankan kembali, namun dengan menjalankan prosedur kesehatan yang ketat. Menurut saya, situasi sekarang ini, belum lah normal seperti sediakala. Di saat status pandemi penyakit Covid-19 belum dicabut oleh badan kesehatan dunia (WHO), virus corona baru (Novel Corona Virus) tetap menjadi ancaman bagi kesehatan manusia. Virus yang menyerang sistem pernafasan manusia ini, mesti tetap diwaspadai. Terlebih, seseorang yang menderita penyakit ini bisa menunjukkan gejala atau bahkan tanpa gejala, alias orang tanpa gejala (OTG).
 

Persiapan Menghadapi “New Normal”
Penyakit Covid-19 yang disebabkan virus corona baru (Novel Corona Virus) merupakan penyakit menular. Oleh karena itu, pada kondisi apapun atau ketika aktivitas sosial masyarakat sudah kembali berjalan. Masker tetap wajib dipakai saat bepergian atau keluar rumah. Mencuci tangan harus rajin dilakukan, termasuk membawa cairan pembersih tangan kemanapun.
I think the situation is not normal anymore, like it used to be. The New Normal disini berarti, kita sebagai manusia mesti mempersiapkan diri menjalani kehidupan, berdampingan dengan virus penyebab Covid-19 ini. The virus is still out there. Kemampuan beradaptasi menjadi salah satu hal penting. Selain melanjutkan perilaku hidup sehat yang sudah dilakukan selama ini, tentu perlu menjaga kesehatan diri dan kesehatan keluarga kita masing-masing.

Persiapan menghadapi new normal
Dok. Pribadi
Menjaga Kesehatan Menjadi Hal Terpenting
Kenapa menjaga kesehatan dan stamina tubuh menjadi sangat penting? Insya Allah, ketika tubuh dalam kondisi fit, kita tidak  mudah terserang penyakit. Mengikuti anjuran dokter, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak sayur dan buah, serta minum vitamin. Selain berolahraga, minum madu juga menjadi favorit saya, untuk menjaga kebugaran tubuh. Cukup tidur dan cukup istirahat. Pandai membagi waktu,  bisa membatasi diri kapan harus belajar, bekerja atau bermain. Selebihnya, tentu saja berdoa memohon kepada Yang Maha Kuasa agar dijauhkan dari segala penyakit.