Friday, August 11, 2017

Berburu Kuliner Tradisional di Kampoeng Legenda



Kuliner Khas Indonesia
Halo semua...Siapa yang suka sama makanan khas Indonesia? Sayalah tentunya hehehe...libur akhir pekan ini udah ada rencana mau jalan-jalan kemana? Kalau saya memilih ke pameran kuliner “Kampoeng Legenda” yang diadakan di Mal Ciputra Jakarta, mulai 9 Agustus sampai tanggal 20 Agustus mendatang. Kenapa saya memilih datang kemari? Karena di satu lokasi ini saya bisa menemukan berbagai ragam masakan khas nusantara, tanpa perlu capek-capek keliling kota. Di pameran kuliner ini tersedia hampir seratus stand makanan khas, mulai dari kerak telor dan dodol khas Betawi, kue serabi, siomay, mie goreng Jawa, sate ayam, soto ayam, aneka es durian, es dawet, masakan khas Bali, pokoke buanyaaak deh. Harganyapun relatif terjangkau, rata-rata  mulai dari 5 ribu hingga 30 ribuan rupiah per porsi.

Mie Goreng Jawa

Stand Soto Kudus
Serabi Daun Suji
Serabi yang dimasak ditungku dengan arang, rasanya memang enak, bisa memilih dengan kinca rasa pandan atau kinca rasa durian, kalo saya menyebutnya kuah hehe. Adonan serabi menggunakan campuran daun pandan dan daun suji, sehingga warnanya kehijau-hijauan. Pemilik usaha kue serabi “Pondok Serabi Hijau” 11 bersaudara ini sudah berjualan di pasar lama Tangerang sekitar 10 tahun. Kue serabi ini  dijual  seharga 5 ribu rupiah per buah. Disini berlaku pembelian dengan kupon yaa, jadi tukarkan dulu uang rupiah yang dimiliki dengan kupon khusus yang hanya digunakan dalam pameran kuliner ini.

Serabi Daun Suji
 
Kupon Uang

Aneka Jajanan
Di stand dodol, pemilik stand sengaja menampilkan proses pembuatannya untuk menarik konsumen. Betawi Dodol khas Betawi berbahan ketan hitam atau durian. Dodol rasa durian lebih terasa manis, aromanya pun wangi. Dodol ala “Rumah Dodol Betawi Bang Rizal” yang berpusat di kawasan Pejaten ini beraneka ragam dan bisa dipesan sesuai kebutuhan konsumen. Bagi penyuka buah durian alias duren, cobain juga es duren “Iko Gantinyo” yang sudah berdiri sejak tahun 80an dan memiliki cabang di berbagai lokasi ini. Buah durian asli dicampur es, susu dan jelly rasanya yummy. Brrr dingin di lidah, cocok buat penghilang dahaga di siang hari.

Es Krim Durian
Mie Goreng Jawa
Saya penggemar berat mie goreng Jawa, jadi kalo ada kesempatan atau ketemu penjaja mie goreng alias “migor” , pasti pengen nyobain. Seporsi mie goreng Jawa ala “Mie Jowo Semar” ini dihargai 28 ribu rupiah per porsi, rasanya cukup lezat, gurih gurih pedas. Proses memasaknya pun relatif cepat. Sajian mie goreng tidak terlalu kering namun cenderung agak basah, biasanya dikenal dengan sebutan mie Nyemek. Usaha Mie Jowo Semar ini sudah berjalan lebih dari 5 tahun, sehari-hari berpusat di kawasan Serpong, Tangerang.

Stand Mie Goreng Jawa
Seporsi Mie Goreng Jawa

Festival kuliner nusantara “Kampoeng Legenda” diadakan menyambut peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72. Ajang semacam ini menjadi salah satu bentuk pelestarian kekayaan kuliner nusantara dan budaya Indonesia. Saya sebagai penggemar kuliner, suka banget dengan even-even kuliner seperti ini. 

Suasana Pengunjung

Saturday, July 22, 2017

TUMIS NUGGET SO GOOD TOMAT PEDAS



Resep Tumis Nugget Alphabet SO GOOD Tomat Pedas
Sebagai seorang Ibu bekerja, kadang aku kerepotan untuk mempersiapkan menu masakan setiap hari. Di tengah kesibukan sehari-hari, aku hanya memiliki waktu yang relatif terbatas untuk memasak. Untungnya aku selalu memiliki stok Nugget merk SO GOOD di kulkas. Jadi kalau perlu bikin lauk yang relatif cepat, baik untuk dikonsumsi di rumah maupun sebagai bekal sekolah anak, aku punya resep jitu supaya masakan siap disajikan dalam waktu singkat.

Tumis Nugget SO GOOD Tomat Pedas

Resep kreasiku ini sebenarnya sering aku aplikasikan untuk bahan masakan lainnya seperti udang segar, ayam fillet maupun telor rebus. Kali ini aku mau berbagi rahasia menu tumis Nugget Alphabet SO GOOD Tomat Pedas...hmm dari judul menunya saja sudah mengundang selera makan bukan hehe. Kali ini aku masak menggunakan nugget Alphabet, namun resep ini dapat diaplikasikan pula pada aneka jenis nugget SO GOOD lainnya. Persiapan pertama, siapkan bahan-bahan yang akan diuleg menjadi bumbu halus, yakni 3 buah cabai merah keriting, 1 buah tomat, 5 butir bawang merah dan 2 siung bawang putih, serta garam dapur secukupnya. #BPNxSOGOOD #RamadhanSoGoodSiapMasak

Bahan-Bahan untuk Tumis Nugget







Cara Memasak
Setelah bahan-bahan untuk bumbu halus dicuci bersih, uleg bahan tersebut hingga halus, tambahkan garam 1-2 sendok teh. Setelah bumbu halus siap, sisihkan dahulu.
Siapkan Nugget Alphabet SO GOOD sebanyak 200 gram atau sekitar separuh dari kemasan. Panaskan minyak untuk menggoreng dengan api sedang. Setelah penggorengan siap, goreng nugget sekitar 3 menit saja hingga nugget berubah warna menjadi kecoklatan. Sisihkan nugget yang sudah digoreng tadi dalam piring saji terpisah.

Bumbu dihaluskan
Bumbu halus ditumis

Langkah selanjutnya saatnya menumis bumbu halus. Panaskan wajan dengan minyak goreng secukupnya, menggunakan api kecil. Setelah wajan panas, masukkan bahan-bahan yang sudah diuleg tadi lalu tumis hingga harum mewangi sekitar 5 menit. 

Nugget digoreng
 
Nugget ditumis

Setelah bumbu halus matang, segera masukkan nugget-nugget alphabet yang telah digoreng terlebih dahulu. Campur bumbu halus dan nugget, aduk bumbu dan nugget sekitar 5 menit hingga bumbu lebih kering. Angkat Tumis Nugget Alphabet SO GOOD, sajikan di piring favoritmu. Total waktu yang dibutuhkan untuk memasak menu ini sekitar 30 menit. #BPNxSOGOOD #RamadhanSoGoodSiapMasak

Nikmati Sajian Tumis Nugget
Nah, kini Tumis Nugget SO GOOD sudah siap dinikmati. Sajian Nugget ini bisa  menjadi lauk makan bersama nasi, atau bekal sekolah, bekal bekerja ke kantor maupun bekal ber-aktivitas lainnya. Tumis nugget Alphabet SO GOOD ini terasa gurih pedas di lidah. Bila tak terlalu suka rasa pedas, cukup gunakan 1 buah cabai keriting saja. Atau sebaliknya bisa sangat suka pedas, bisa tambah cabai merah sesuai selera masing-masing. Tumis nugget Alphabet SO GOOD Tomat Pedas ini bisa juga dicocol dengan sambal botolan, enak buat teman ngemil. Tambahkan sambal sesuai selera, hmm yummy rasanya. 

Monday, July 17, 2017

Work Life Balance, Is It So Important?



Work vs Family Time
Well, it has been a while I haven’t write something in English. At this time, I would like to discuss about work life balance, things that is important for any moms. A mother who works in an office or a mom who works as a full time blogger, even a freelancer, or a full time mother who works domestic things in a daily basis. All of them needs a balance time between works and family time, also “me time”, to cheer up their life, to stay healthy in mind and physically. For me, a work life balance is very important literally. Why? Because as a working mom, I have to split myself into some pieces sometimes, related to multitasking responsibilities while at work and at home. I surely realizing that I'm working for my family, my kids and around. Sure, in the other side, I want to have adequate quality time to raise my children, which is become my main responsibility as the parents. In the whole, I’d like to create a better quality generation for the next future of the nation. Is it sounds patriotic? Hahaha...

Source: freepik.com

My concern in this matter is about children’s attitude at school, in the neighborhoods, as well as behavior towards older people. All relate to actions and attitudes that we call “manners”. Manners are something that you learned from your family roots, not from formal education. Nowadays, as we know from the media and publications of the authorities, that several criminal case of teenager comes from the family. It means, children who don’t have enough attention from their parents have a higher probability to do something improper in the society. It is not limited for a good family or “look good from the outside”, in the other hand, the problems is not always come from broken home family either. The problems can happen in every kind of family. Well, I think this problem is so real and realistic, and in some part, these work life balances become working mom’s problems. Isn’t it?

Manage Your Time
Start to think when you spend couple hours, let say about 9 till 10 hours a day at the office, this is not include the time you spent in traffic jam etc. So when you come home, you have to provide quality time with your children. Even you only have few hours left at home. Moreover, sometimes people also have to work on weekends. So that could be another problem too. A full time mom blogger, also have to manage the schedule between the times to finishing the draft, blogging and take care of the children. Even for a stay at home mother, struggling to manage domestic work all the day, teach the children, playing with the children, and have a “me time”. All activities have to be managed well, so a woman or mother still has a plenty of time for themselves. I think, whatever you do or what choices you take in life, try to take a maximum responsibility for your family. I do believe that a better future generation comes from a good quality education, starting from home.

Source: freepik.com
In my personal experience, when I had a chance for training in one of institution in Netherland couple years ago, I felt a bit jealous because of the policy of working parents in their work place. A mother or a father can have 3 days off every week. So, working parents still have much time to be with their spouse and the children. I think the policy is a family friendly, really. 

Wednesday, July 12, 2017

24 Hours Trip in Bandung City



Liburan Singkat di Bandung
Hai semua, kali ini aku mau sharing pengalaman singkat berlibur ke kota Bandung, Jawa Barat dalam waktu 24 Jam. Perjalanan singkat bersama anak-anak, berwisata sekaligus menyegarkan pikiran hehe. Perjalanan wisata ini, aku lakukan beberapa hari jelang bulan Ramadhan, mungkin bisa menginspirasi pilihan berlibur bagi teman-teman yang ingin bepergian saat lebaran atau liburan sekolah. Kira-kira dalam 24 jam bisa ngapain aja dan pergi kemana aja yaa? Sejak awal bepergian, niatnya adalah untuk menyenangkan hati anak-anak yang sudah lama gak berlibur. Ya fokus liburan seputar tempat wisata yang ramah anak, sekaligus memperhitungkan waktu tempuh. Kenapa begitu, mengingat Bandung yang memiliki julukan kota Kembang ini, seringkali macet lalinnya luar biasa meskipun bukan pada saat akhir pekan.
Wisata kali ini aku memilih naik kereta api, jujur saja ini pengalaman pertamaku naik kereta api ke Bandung, meskipun aku sudah seringkali bolak balik pergi ke Bandung. Naik kereta rasanya menjadi pilihan yang tepat, gak capek mesti nyetir mobil sendiri atau bermacet ria di jalan tol Cipularang. Fasilitas di dalam kereta api Argo Parahyangan kelas eksekutif lumayan kok, kursinya empuk dan interior kereta yang relatif bersih.

Day 1
Suasana stasiun kereta api Gambir relatif ramai meskipun belum memasuki musim libur sekolah, sehingga agak kesulitan menemukan bangku kosong di ruang tunggu. Tak terlalu lama menunggu, kami berangkat menuju Bandung setelah pluit tanda keberangkatan kereta berbunyi. Kereta api tiba di kota Bandung sudah melewati waktu sholat Dzuhur, sehingga aku memutuskan untuk check in dulu ke hotel yang relatif dekat dengan stasiun Kereta Api. Setelah menaruh barang-barang dan sholat, kami pergi ke lokasi Saung Angklung Udjo yang terletak di wilayah Padasuka. Tak ingin ketinggalan pertunjukan angklung yang biasa dimulai pukul 15.30 WIB, aku memilih membeli makan siang untuk disantap dalam mobil rental selama perjalanan. Lupakan yaa rencana awal untuk sejenak leyeh-leyeh di warung makan khas Sunda yang banyak bertebaran di kota Bandung. Sungguh gak nyangka kalo lalin Bandung di siang hari kerja bakalan macet luar biasa. Hmm sambil geleng-geleng kepala...
Sekitar pukul 14.30an kami tiba di Saung angklung Udjo, setelah membeli tiket masuk pertunjukkan, masih ada waktu menunggu sambil berkeliling melihat-lihat suvenir khas Jawa Barat.

Suasana stasiun KA Gambir

Pertunjukan angklungnya ternyata seru banget lho, recommended  banget lah. Beda rasanya ketika hanya melihat melalui tayangan di internet atau televisi...anak-anakpun senang, karena permainan angklung membuat penonton riang dan terhanyut. Tak hanya pertunjukan angklung, adapula pertunjukkan tari-tarian tradisonal oleh para murid Saung angklung Udjo. Dua jempol lah buat almarhum mang Udjo yang sudah meng-inisiasi sekolah angklung ini. Selain melatih rasa seni sejak dini, anak-anakpun dilatih percaya diri dalam menampilkan keahlian mereka dihadapan wisatawan. Di akhir pertunjukkan para pengunjung diajak menari dan menyanyi bersama, sebuah pengalaman yang menyenangkan hati tentunya :)

Pertunjukkan Angklung anak-anak
Suasana pengunjung Saung Angklung Udjo
Aku jadi mikir, seandainya di setiap kota ada tempat pertunjukan seni yang menonjolkan unsur tradisional sekaligus melibatkan anak-anak sejak dini, pasti seru yaa. Kira-kira apa ada tempat semacam ini di Jakarta? Rasanya kok belum pernah dengar...Pertunjukkan angklung dikemas menarik, diselingi interaksi antara pembawa acara dan para wisatawan yang berkunjung. Yeay, it was fun, really :)
Usai menonton pertunjukan yang selesai dalam waktu sekitar 2 jam, aku memilih mampir membeli makanan di sekitar kawasan Braga. Aku memilih menu khas Sunda, nasi timbel dengan lauk ayam panggang, hmm yummy. Lagi-lagi tak ingin terjebak macet hanya demi mengejar impian makan di tengah kota hihi...Selanjutnya kembali ke hotel untuk beristirahat.

Menu Nasi Timbel
Satu hal yang perlu diingat saat jalan-jalan bersama anak-anak, ortunya yang harus menyesuaikan diri dengan ritme anaknya. Lupakan cita-cita ingin menonton live music dan menikmati seabrek hiburan malam lainnya yaa, apalagi kalau anaknya masih kecil-kecil hehe

Day 2
Setelah sarapan pagi, agenda wajib bagi anak-anak adalah berenang di kolam renang hotel. Sekitar jam 9 kami check out, lalu mampir ke pusat oleh-oleh di kawasan jalan Kamuning dan jalan Veteran. Selanjutnya menghabiskan sisa waktu di wahana wisata Kampung Gajah di kawasan Sersan Bajuri. Menurutku suasana tempat wisata Kampung Gajah relatif sepi dibanding beberapa tahun sebelumnya. Disini kami menikmati pemandangan dan tingkah lucu beberapa hewan seperti burung Merak, dan Angsa yang berada di kebun binatang mini. Anak-anak pun bisa menikmati beberapa permainan seperti mini ATV, dan  naik delman.

Suasana taman di Kampung Gajah

Thursday, May 18, 2017

5 Hal yang Kulakukan Menjelang Bulan Ramadhan



Apa saja yang aku lakukan menyambut bulan puasa?
1. Memastikan mengganti puasa yang bolong
Biasanya aku mencicil mengganti puasa selambat-lambatnya satu bulan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Waktunya bisa dicicil tiap Senin-Kamis, atau kalau mau sekalian bisa borongan, puasa berurutan dari Senin sampe Kamis. Bisa juga mengganti puasa sesegera mungkin setelah bulan Ramadhan berlalu. Rasanya tiap orang punya kebiasaan berbeda dalam mengganti puasa Ramadhan, yang penting kudu dipastikan bolong puasa tahun lalu sudah diganti. Puasa bolong bisa disebabkan beberapa hal, khusus perempuan biasanya kedatangan tamu bulanan, bisa juga karena sedang sakit atau ada hal mendesak lain yang menyebabkan seseorang tidak bisa menjalankan ibadah puasanya.
Ilustrasi Sahur, sumber: Shutterstock
2. Bebenah rumah
Menjadi kebiasaan menyambut bulan suci Ramadhan, untuk membersihkan perabotan dan perlengkapan rumah tangga supaya lebih nyaman menjalani ibadah puasanya. Bila rumah rapi, bebas debu rasanya akan lebih gembira mempersiapkan menu sahur dan berbuka puasa. Hal rutin yang perlu dilakukan sehari-hari setidaknya menyapu dan mengepel lantai rumah. Selain itu, membersihkan jendela rumah, mencuci korden, mengelap meja dan kursi. Wah banyak juga yaa peernya hehe
Ilustrasi bebenah rumah, sumber: Shutterstock
3. Menggunting Rambut
Tradisi memotong rambut menjadi kebiasaan sejak remaja, katanya biar penampilan terasa lebih segar dan rapi saat berpuasa. Meski sekarang aku menggunakan hijab, bisa menambah rasa pede juga lho kalau potongan rambut rapi. 

Ilustrasi gunting rambut, sumber: Shutterstock
4. Menyortir pakaian bekas yang masih layak pakai
Biasanya aku menjalankan tradisi ini setidaknya setahun sekali, memilah-milah mana pakaian yang sudah kekecilan atau pakaian yang sudah tidak kugunakan lagi namun masih layak dipakai. Pakaian bekas layak pakai bisa disumbangkan ke panti asuhan atau Masjid di lingkungan tempat tinggal. 
Ilustrasi memilah pakaian, sumber: Shutterstock