Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Saturday, November 19, 2022

Biskuat Academy 2022 Mengasah Potensi Anak

Peran orang tua dalam mengarahkan bakat anak sangat penting. Anak-anak perlu dibimbing dalam mengikuti kegiatan ekstra kurikuler agar potensi di dalam diri dapat berkembang secara maksimal. Pengalaman dan potensi yang berkembang dengan optimal menjadi modal utama bagi kesuksesan sang anak di masa depan. Anak-anak bisa mengikuti beragam kegiatan seperti bela diri, renang, tari, musik, atau sepakbola. Apapun kegiatan pilihan anak di bidang non akademis, perlu didukung orang tua agar anak dapat memaksimalkan potensi diri dan bakat yang dimiliki. Kejujuran, percaya diri, kerja sama tim dan bersikap sportif merupakan karakter dasar dari setiap anak yang dapat dioptimalkan melalui kegiatan non akademik, salah satunya sepakbola. Salah satu kegiatan yang bisa diikuti anak-anak usia SD dan SMP yaitu Biskuat Academy, sebuah wadah yang difasilitasi produsen biskuit untuk mencari dan menciptakan talenta baru di bidang olahraga sepakbola. Anak perempuan maupun anak laki-laki dapat mengikuti Biskuat Academy. Biskuat sebagai salah satu merek unggulan dari Mondelez International memiliki tujuan mulia untuk menciptakan #GenerasiTiger, yaitu anak-anak yang berprestasi dan memiliki kekuatan baik dari dalam diri (inner strength). Mengikuti Biskuat Academy merupakan peluang emas, dalam mengembangkan karakter positif anak. Biskuat yakin bahwa setiap anak memiliki potensi tak terbatas melebihi apa yang dapat terlihat. Kekuatan sejati dan unik seorang anak terletak di dalam diri mereka. Biskuat selalu mendorong pencapaian prestasi anak-anak Indonesia di bidang olahraga, seperti di sepakbola melalui program Biskuat Academy.
Di Biskuat Academy, anak-anak dapat mengembangkan kekuatan dari dalam diri sendiri sekaligus mencapai mimpinya. Kegiatan dalam Biskuat Academy meliputi peningkatan keterampilan sepakbola dari pelatih berlisensi UEFA A sebagai persiapan untuk menjadi pemain bola masa depan. Anak-anak yang mengikuti Biskuat Academy juga dapat bertemu dengan pemain bola profesional dari tim nasional sepakbola Indonesia. Berbagai keuntungan lain yang diperoleh dengan mengikuti Biskuat Academy antara lain peserta dapat memenangkan tur ke stadion sepakbola di Eropa. Bagaimana cara mengikuti Biskuat Academy? Sangat mudah. Pertama, beli produk biskuat dengan kemasan khusus dengan label Biskuat Academy. Kedua, mendaftar ikut Biskuat Academy melalui whatsapp.
Biskuat juga mengadakan “workshop guru olahraga” guna memberi dukungan bagi para pahlawan dibalik pengembangan sepakbola anak, yaitu para guru pendidikan jasmani, olahraga , dan kesehatan (penjasorkes) di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah, serta pelatih sekolah sepakbola untuk kemajuan sepakbola di Indonesia. Sebagai orang tua, aku berusaha mendukung kegiatan dan hobi anak. Orang tua memiliki tanggungjawab mengarahkan dan mengembangkan bakat yang dimiliki anak melalui kegiatan yang tepat. Salah satu keponakan juga berencana mengikuti program sekolah bola online Biskuat Academy 2022. Keponakanku memiliki cita-cita menjadi seorang pemain sepakbola profesional atau atlet. Menjadi pemain sepakbola profesional selain membutuhkan keahlian dan kompetisi bermain bola dengan baik, juga membutuhkan karakter kuat dan positif. Para orang tua dapat melihat video inspiratif mengenai kegiatan Biskuat Academy oleh coach Aji, dalam video Biskuat Academy berikut ini.

Melalui olahraga sepakbola, anak bisa mengembangkan kekuatan dari dalam diri, seperti rasa percaya diri, keberanian, daya juang, ketangguhan, kemampuan berinteraksi dengan orang lain. Nah, pengembangan kekuatan baik dari dalam diri maupun secara kompetensi dapat disalurkan melalui sekolah bola online Biskuat Academy 2022. Jadi, tunggu apalagi? Segera daftarkan putra putri anda dalam Biskuat Academy 2022. 

nb: Artikel ini diikutkan dalam lomba KEBxBiskuatAcademy 2022

Monday, June 8, 2020

Peran Orangtua Saat Anak Ujian Daring



Belajar dari Rumah
Sejak penerapan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di Jakarta pada pertengahan bulan Maret 2020 lalu, proses pembelajaran dialihkan dari pertemuan fisik di sekolah menjadi pembelajaran jarak jauh dari rumah siswa atau melalui sistem daring. Proses pembelajaran di rumah dikenal juga dengan istilah Home Learning.

Peran Orangtua Saat Anak Ujian Daring
Ilustrasi: dok. pribadi

Sistem Daring (Online)
Pembelajaran jarak jauh (sistem daring) tentu memiliki sejumlah konsekuensi. Bila di Jakarta, jaringan internet bisa dibilang relatif lancar. Sedangkan di daerah pelosok, jaringan internet belum tentu lancar setiap saat. Sistem pembelajaran jarak jauh, mendorong orangtua kreatif dalam mendampingi proses pendidikan putra putrinya. Meski guru mengawal proses belajar sehari-hari, pada dasarnya siswa siswi dituntut disiplin mengerjakan dan mengumpulkan tugas yang diberikan.

Peran Orangtua Saat Anak Ujian Daring
Ilustrasi: dok. pribadi

Peran Orangtua
Otomatis peran orangtua di rumah bertambah, mendampingi proses belajar sekaligus menjalankan peran seperti layaknya guru sekolah. Kondisi semacam ini perlu disiasati agar tak membebani anak-anak maupun para orangtua. Proses pendidikan jarak jauh membutuhkan kedisiplinan tinggi, apalagi bila suasana belajar di rumah terasa seperti liburan. Anak biasanya merasa bebas menentukan kapan mau bermain dan kapan mesti belajar. Para orangtua perlu menyiapkan anak-anak menghadapi ujian daring, dan mendukung proses pembelajaran dengan baik. Misalnya mempelajari pelajaran sekolah setiap hari seperti biasa. Jangan sampai anak-anak belajar mepet mendekati waktu ujian.

Wednesday, November 21, 2018

Menyiapkan Anak Menghadapi UN


Realita Nilai UN
UN alias ujian nasional merupakan tes yang berstandar nasional bagi siswa siswi yang duduk di kelas 6 SD,  3 SMP, dan 3 SMA. Riuhnya pelaksanaan UN dalam beberapa tahun terakhir yang banyak dibahas para orangtua murid menjadi salah satu perhatian saya, apalagi anak saya akan menjalani UN tahun depan. Saya sendiri gak tau persis apakah UN ini sekedar berganti nama dari yang semula EBTANAS alias Evaluasi Tahap Akhir Nasional. Namun, dari beberapa ulasan yang saya baca, sepertinya pemerintah memang ingin meningkatkan mutu standar pendidikan di Indonesia. Makanya ada sebagian soal yang diujikan dalam soal UN kelas 6 SD, merupakan soal setara pelajaran SMP. Selain itu, mulai UN tahun ajaran 2017/2018 lalu, terdapat juga soal esai bukan hanya soal pilihan berganda. Siswa tentunya perlu persiapan khusus untuk berlatih dalam menjawab soal-soal esai ini. Sesuai data kementerian pendidikan dan kebudayaan, nilai rata-rata UN tingkat SD tahun ajaran 2017/ 2018 relatif menurun dibanding tahun sebelumnya.


Menyiapkan Anak Menghadapi UN
Sumber: Pixabay
Wah jujur saja, sebagai orangtua tentu saya rada ketar ketir juga. Meskipun pihak sekolah memberikan pelajaran tambahan atau bimbel khusus di luar jam belajar sekolah. Termasuk, bagi anak yang mengikuti bimbel tambahan lain yang diselenggarakan di luar pihak sekolah. Apalagi buat sekolah negeri favorit, yang mana nilai penerimaannya (passing grade) relatif tinggi. Tentu persaingan untuk diterima akan semakin sengit.

Menyiapkan Anak Menghadapi UN
Sumber: Shutterstock
Memotivasi
Ini menjadi bagian terberat, karena anak-anak pada umumnya menganggap waktu pelaksanaan  ujian masih jauh, ditambah beban pelajaran di Indonesia yang relatif berat. Saya bisa memahami beban anak zaman sekarang, 1 mata pelajaran bisa terdiri dari beberapa buku. Bukunya pun terkadang relatif tebal. Membawa buku dalam tas ransel saja rasanya seperti terhuyung-huyung. Buat saya, bagaimana menjaga mood anak supaya tetap semangat ditengah padatnya jadwal ulangan harian dan bimbel menjadi hal penting. Bagaimana saya selaku orangtua bisa mengarahkan agar sang anak sadar diri untuk rajin belajar supaya bisa mendapat nilai memadai, bukan nilai sempurna lho. Saya sendiri gak pernah mengharuskan nilai 100 ketika anak menghadapi ujian. Dalam arti nilai tes bisa mencukupi untuk memasuki sekolah negeri maupun sekolah swasta favorit yang diinginkan. Saya lebih senang menjelaskan, untuk memasuki sekolah negeri favorit tertentu mesti memiliki nilai rata-rata UN minimal 80 misalnya. Menurut saya, penjelasan nilai passing grade ini penting, sehingga anak dapat mengukur sejauh mana kesiapan dirinya menghadapi UN melalui hasil tes bimbel maupun Try Out di sekolah.
 

Menyiapkan Anak Menghadapi UN
Sumber: Shutterstock
Belajar vs Bermain
Saya berupaya membatasi anak agar tak terlalu lekat dengan gadget seperti ponsel. Biasanya anak-anak kalau sudah main HP atau games sering lupa waktu. Seringkali anak-anak merasa gak pernah puas dan menjadi candu. Rasanya menjadi tantangan bagi para orangtua saat ini, bagaimana mengatur waktu menonton tivi maupun bermain gadget secukupnya, dan mempelajari seabrek pelajaran setiap hari. Yaa memang, waktu bermain atau beristirahat bagi anak pasti berkurang. Bahkan,  ada orangtua teman anak saya, yang memang tak mengijinkan anaknya bermain HP sama sekali, hebat ya.
Bayangkan saja, bila setiap hari waktu bersekolah mulai jam 7 pagi hingga jam 1 siang, ditambah bimbel hingga jam 4 sore. Adapula anak yang bersekolah mulai jam 7 pagi hingga jam 3 sore, dilanjutkan bimbel hingga waktu magrib tiba. Bimbel sekolah umumnya diberikan sebanyak 2-3 kali dalam seminggu. Bimbel di luar sekolah, waktunya relatif tergantung jumlah mata pelajaran yang diikuti. Belum lagi bila ada tambahan bimbel dan ujian Try Out di akhir pekan. Fiuh, padatnya jadwal anak sekolah zaman sekarang.