Peran orang tua dalam mengarahkan bakat anak sangat penting. Anak-anak perlu dibimbing dalam mengikuti kegiatan ekstra kurikuler agar potensi di dalam diri dapat berkembang secara maksimal. Pengalaman dan potensi yang berkembang dengan optimal menjadi modal utama bagi kesuksesan sang anak di masa depan. Anak-anak bisa mengikuti beragam kegiatan seperti bela diri, renang, tari, musik, atau sepakbola. Apapun kegiatan pilihan anak di bidang non akademis, perlu didukung orang tua agar anak dapat memaksimalkan potensi diri dan bakat yang dimiliki. Kejujuran, percaya diri, kerja sama tim dan bersikap sportif merupakan karakter dasar dari setiap anak yang dapat dioptimalkan melalui kegiatan non akademik, salah satunya sepakbola.
Salah satu kegiatan yang bisa diikuti anak-anak usia SD dan SMP yaitu Biskuat Academy, sebuah wadah yang difasilitasi produsen biskuit untuk mencari dan menciptakan talenta baru di bidang olahraga sepakbola. Anak perempuan maupun anak laki-laki dapat mengikuti Biskuat Academy. Biskuat sebagai salah satu merek unggulan dari Mondelez International memiliki tujuan mulia untuk menciptakan #GenerasiTiger, yaitu anak-anak yang berprestasi dan memiliki kekuatan baik dari dalam diri (inner strength). Mengikuti Biskuat Academy merupakan peluang emas, dalam mengembangkan karakter positif anak. Biskuat yakin bahwa setiap anak memiliki potensi tak terbatas melebihi apa yang dapat terlihat. Kekuatan sejati dan unik seorang anak terletak di dalam diri mereka. Biskuat selalu mendorong pencapaian prestasi anak-anak Indonesia di bidang olahraga, seperti di sepakbola melalui program Biskuat Academy.
Di Biskuat Academy, anak-anak dapat mengembangkan kekuatan dari dalam diri sendiri sekaligus mencapai mimpinya. Kegiatan dalam Biskuat Academy meliputi peningkatan keterampilan sepakbola dari pelatih berlisensi UEFA A sebagai persiapan untuk menjadi pemain bola masa depan. Anak-anak yang mengikuti Biskuat Academy juga dapat bertemu dengan pemain bola profesional dari tim nasional sepakbola Indonesia.
Berbagai keuntungan lain yang diperoleh dengan mengikuti Biskuat Academy antara lain peserta dapat memenangkan tur ke stadion sepakbola di Eropa. Bagaimana cara mengikuti Biskuat Academy? Sangat mudah. Pertama, beli produk biskuat dengan kemasan khusus dengan label Biskuat Academy. Kedua, mendaftar ikut Biskuat Academy melalui whatsapp.
Biskuat juga mengadakan “workshop guru olahraga” guna memberi dukungan bagi para pahlawan dibalik pengembangan sepakbola anak, yaitu para guru pendidikan jasmani, olahraga , dan kesehatan (penjasorkes) di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah, serta pelatih sekolah sepakbola untuk kemajuan sepakbola di Indonesia. Sebagai orang tua, aku berusaha mendukung kegiatan dan hobi anak. Orang tua memiliki tanggungjawab mengarahkan dan mengembangkan bakat yang dimiliki anak melalui kegiatan yang tepat. Salah satu keponakan juga berencana mengikuti program sekolah bola online Biskuat Academy 2022. Keponakanku memiliki cita-cita menjadi seorang pemain sepakbola profesional atau atlet. Menjadi pemain sepakbola profesional selain membutuhkan keahlian dan kompetisi bermain bola dengan baik, juga membutuhkan karakter kuat dan positif.
Para orang tua dapat melihat video inspiratif mengenai kegiatan Biskuat Academy oleh coach Aji, dalam video Biskuat Academy berikut ini.
Melalui olahraga sepakbola, anak bisa mengembangkan kekuatan dari dalam diri, seperti rasa percaya diri, keberanian, daya juang, ketangguhan, kemampuan berinteraksi dengan orang lain. Nah, pengembangan kekuatan baik dari dalam diri maupun secara kompetensi dapat disalurkan melalui sekolah bola online Biskuat Academy 2022. Jadi, tunggu apalagi? Segera daftarkan putra putri anda dalam Biskuat Academy 2022.
nb: Artikel ini diikutkan dalam lomba KEBxBiskuatAcademy 2022
Sejak penerapan PSBB
(pembatasan sosial berskala besar) di Jakarta pada pertengahan bulan Maret 2020
lalu, proses pembelajaran dialihkan dari pertemuan fisik di sekolah menjadi
pembelajaran jarak jauh dari rumah siswa atau melalui sistem daring. Proses
pembelajaran di rumah dikenal juga dengan istilah Home Learning.
Ilustrasi: dok. pribadi
Sistem Daring (Online)
Pembelajaran jarak jauh (sistem
daring) tentu memiliki sejumlah konsekuensi. Bila di Jakarta, jaringan internet
bisa dibilang relatif lancar. Sedangkan di daerah pelosok, jaringan internet
belum tentu lancar setiap saat. Sistem pembelajaran jarak jauh, mendorong
orangtua kreatif dalam mendampingi proses pendidikan putra putrinya. Meski guru
mengawal proses belajar sehari-hari, pada dasarnya siswa siswi dituntut disiplin
mengerjakan dan mengumpulkan tugas yang diberikan.
Ilustrasi: dok. pribadi
Peran Orangtua
Otomatis peran orangtua di
rumah bertambah, mendampingi proses belajar sekaligus menjalankan peran seperti
layaknya guru sekolah. Kondisi semacam ini perlu disiasati agar tak membebani
anak-anak maupun para orangtua. Proses pendidikan jarak jauh membutuhkan
kedisiplinan tinggi, apalagi bila suasana belajar di rumah terasa seperti
liburan. Anak biasanya merasa bebas menentukan kapan mau bermain dan kapan mesti
belajar. Para orangtua perlu menyiapkan anak-anak menghadapi ujian daring, dan
mendukung proses pembelajaran dengan baik. Misalnya mempelajari pelajaran
sekolah setiap hari seperti biasa. Jangan sampai anak-anak belajar mepet
mendekati waktu ujian.
Realita Nilai UN UN alias
ujian nasional merupakan tes yang berstandar nasional bagi siswa siswi yang
duduk di kelas 6 SD, 3 SMP, dan 3 SMA. Riuhnya pelaksanaan UN
dalam beberapa tahun terakhir yang banyak dibahas para orangtua
murid menjadi
salah satu perhatian saya, apalagi anak saya akan menjalani UN tahun depan. Saya
sendiri gak tau persis apakah UN ini sekedar berganti nama dari yang semula EBTANAS
alias Evaluasi Tahap Akhir Nasional.
Namun, dari beberapa ulasan yang saya baca,
sepertinya pemerintah memang ingin meningkatkan mutu standar pendidikan di
Indonesia. Makanya ada sebagian
soal yang
diujikan dalam soal UN kelas 6 SD, merupakan soal setara pelajaran SMP. Selain itu,
mulai UN tahun ajaran 2017/2018
lalu, terdapat juga soal
esai bukan hanya soal pilihan
berganda. Siswa tentunya
perlu persiapan khusus untuk
berlatih dalam menjawab soal-soal esai ini. Sesuai data kementerian pendidikan
dan kebudayaan, nilai
rata-rata UN tingkat SD tahun
ajaran 2017/ 2018 relatif menurun dibanding tahun sebelumnya.
Sumber: Pixabay
Wah jujur saja, sebagai orangtua tentu saya rada
ketar ketir juga. Meskipun pihak sekolah memberikan pelajaran tambahan atau
bimbel khusus di luar jam belajar sekolah. Termasuk, bagi anak yang mengikuti bimbel tambahan lain yang diselenggarakan
di luar pihak sekolah.Apalagi buat sekolah negeri favorit, yang mana
nilai penerimaannya (passing
grade) relatif tinggi. Tentu persaingan untuk diterima akan semakin sengit.
Sumber: Shutterstock
Memotivasi Ini menjadi bagian terberat, karena anak-anak pada umumnya menganggap waktu pelaksanaan ujian masih jauh, ditambah beban pelajaran di
Indonesia yang relatif berat. Saya bisa memahami beban anak zaman sekarang, 1
mata pelajaran bisa terdiri dari
beberapa buku. Bukunya pun terkadang relatif tebal. Membawa buku dalam tas ransel saja rasanya seperti
terhuyung-huyung. Buat saya, bagaimana menjaga mood anak supaya tetap semangat
ditengah padatnya jadwal ulangan harian dan bimbel menjadi hal penting.Bagaimana saya selaku
orangtua bisa mengarahkan agar sang anak sadar diri untuk rajin belajar supaya bisa mendapat nilai memadai,
bukan nilai sempurna lho.Saya sendiri gak pernah mengharuskan nilai 100 ketika anak menghadapi
ujian.Dalam arti nilai tes bisa mencukupi untuk memasuki sekolah negeri maupun sekolah swasta
favorit yang diinginkan.Saya lebih senang
menjelaskan, untuk memasuki sekolah negeri favorit tertentumesti
memiliki nilai rata-rata UN minimal 80 misalnya. Menurut saya, penjelasan
nilai passing grade ini penting, sehingga anak dapat mengukur sejauh mana
kesiapan dirinya menghadapi UN melalui hasil tes bimbel maupun Try Out di
sekolah.
Sumber: Shutterstock
Belajar vs Bermain Saya
berupaya membatasi anak agar tak
terlalu
lekat dengan
gadget seperti ponsel.
Biasanya anak-anak
kalau sudah main HP
atau games sering lupa waktu. Seringkali anak-anak merasa gak pernah puas dan menjadi
candu. Rasanya menjadi tantangan bagi para orangtua saat ini, bagaimana mengatur
waktu menonton tivi
maupun
bermain gadget secukupnya, dan mempelajari seabrek pelajaran setiap hari. Yaa memang,
waktu bermain atau beristirahat bagi anak pasti berkurang. Bahkan, ada orangtua teman anak saya, yang memang tak mengijinkan
anaknya bermain HP sama sekali, hebat ya. Bayangkan saja, bila
setiap hari waktu bersekolah mulai jam 7 pagi hingga jam 1 siang, ditambah
bimbel hingga jam 4 sore. Adapula anak yang bersekolah mulai jam 7 pagi hingga
jam 3 sore, dilanjutkan bimbel hingga waktu magrib tiba. Bimbel sekolah umumnya
diberikan sebanyak 2-3 kali dalam seminggu. Bimbel di luar sekolah, waktunya
relatif tergantung jumlah mata pelajaran yang diikuti. Belum lagi bila ada
tambahan bimbel dan ujian Try Out di akhir pekan. Fiuh, padatnya jadwal anak sekolah
zaman sekarang.