Monday, April 17, 2017

Mengapa Naik Motor Gak Pakai Helm?



Lalin Semrawut
Kali ini saya ingin bercerita tentang pelanggaran berkendara yang kerap saya temui di jalan raya sehari-hari, bukan ngobrolin hal-hal njelimet yah. Soalnya dalam hati ini udah kesel banget nih. Dalam beberapa tahun terakhir saya perhatikan orang berkendara makin seenaknya, terutama pengendara motor yang gak sabaran menunggu lampu lintas berganti hijau. Belum lagi para pelanggar lalu lintas yang melawan arah, kok seolah-olah dibiarkan sama aparat. Dan orang-orang juga semakin seenaknya kebut-kebutan. Heran deh, apa gak pernah mikir yaa kalau nyawa hanya satu-satunya. Apa gak pernah mikir kalau tindakannya bukan hanya bisa mencelakakan dirinya tapi juga bisa mencelakai diri orang lain.



Helmnya mana ?
Melihat pengendara motor yang tidak memakai helm, seolah menjadi pemandangan biasa setiap hari. Saya pribadi antara kesel dan gemes, kalau melihat bapak atau  ibu yang membonceng anak-anak mereka tanpa Helm!!! Bayangkan dimana mata hati mereka, lha wong bapak ibunya pake helm, trus anak-anaknya dibiarkan keleleran. Misalnya kalau terjadi sesuatu di jalan, siapa yang mau disalahkan? Katanya Ortu yang sayang sama anak, tapi kok sikapnya gak mencermikan tindakan mereka...duh gusti saya hanya bisa membatin, miris menyaksikan fenomena yang marak dewasa ini. Bahkan ada beberapa pengendara yang sama sekali tak menggunakan helm, baik orangtua maupun anaknya. Adapula pengendara yang menjadikan helm sekedar sebagai pajangan atau tentengan, dibawa kemana-mana tapi gak dipake, lucu yah. Belum lagi, para anak-anak dan remaja yang belum memiliki SIM, tapi diberi ijin orangtuanya untuk mengendarai motor. Padahal hari demi hari sudah begitu banyak kejadian laka lantas yang merenggut korban jiwa, kemana yaa kesadaran orang-orang ini. 
Hanya satu orang yang pakai helm
Semua gak pakai helm :(

Apa iya para orangtua segitu egoisnya hanya memperhatikan keselamatan diri mereka sendiri, tanpa memikirkan keselamatan anak-anaknya. Adapula orang dewasa yang membonceng anak balita dengan posisi yang tak aman. Para orang dewasa seharusnya sadar diri, bila memang tidak bisa tertib mengikuti aturan lalu lintas, ya sebaiknya tidak usah mengendarai motor, termasuk  tidak mengijinkan putra-putri mereka yang belum memiliki SIM untuk membawa motor sendiri. Hmm prihatin deh :(
Balita dibonceng sambil berdiri, posisi gak aman
Anak dibonceng tanpa helm

Yuk Berkendara dengan Aman
Banyak warga yang tinggal di kota besar seperti Jakarta  sudah semakin seenaknya sendiri, naek motor maupun naek mobil sambil kebut-kebutan, dan motong jalan sana sini. Seringkali saat lampu lalin belum berganti hijau saja, para pengendara motor sudah melewati batas jalan, dan tak jarang berani memotong bus yang sedang melintas. Hii syerem jadinya, gimana kalau sampai tertabrak atau terlindas yaa... Terlebih di perlintasan kereta api, ketika kereta api akan melintas masih banyak pengendara yang nekad menerobos palang pintu, atau mengantre di tepi rel kereta. Bayangkan kalau terjadi insiden tak terduga, apa jadinya nasib para pelanggar lalin ini? Seringkali ketika antre di palang pintu perlintasan kereta api, sepertinya semua orang gak sabaran. Banyak pengendara mobil  maupun motor mengambil jatah jalan orang yang datang dari jalur berlawanan. Bisa dibayangkan kalau tiba-tiba dalam waktu beberapa detik ada kereta yang mau lewat, teng....teng.....teng. Apa gak semrawut tuh lalu lintas, bahayanya itu lho. Kecepatan kereta api kan beda dengan mobil atau motor, gak bisa sembarangan nge-rem trus langsung berhenti. Seolah-olah para pengendara hanya hidup untuk hari itu, gak mikirin potensi bahaya yang mungkin terjadi.