Wednesday, July 12, 2017

24 Hours Trip in Bandung City



Liburan Singkat di Bandung
Hai semua, kali ini aku mau sharing pengalaman singkat berlibur ke kota Bandung, Jawa Barat dalam waktu 24 Jam. Perjalanan singkat bersama anak-anak, berwisata sekaligus menyegarkan pikiran hehe. Perjalanan wisata ini, aku lakukan beberapa hari jelang bulan Ramadhan, mungkin bisa menginspirasi pilihan berlibur bagi teman-teman yang ingin bepergian saat lebaran atau liburan sekolah. Kira-kira dalam 24 jam bisa ngapain aja dan pergi kemana aja yaa? Sejak awal bepergian, niatnya adalah untuk menyenangkan hati anak-anak yang sudah lama gak berlibur. Ya fokus liburan seputar tempat wisata yang ramah anak, sekaligus memperhitungkan waktu tempuh. Kenapa begitu, mengingat Bandung yang memiliki julukan kota Kembang ini, seringkali macet lalinnya luar biasa meskipun bukan pada saat akhir pekan.
Wisata kali ini aku memilih naik kereta api, jujur saja ini pengalaman pertamaku naik kereta api ke Bandung, meskipun aku sudah seringkali bolak balik pergi ke Bandung. Naik kereta rasanya menjadi pilihan yang tepat, gak capek mesti nyetir mobil sendiri atau bermacet ria di jalan tol Cipularang. Fasilitas di dalam kereta api Argo Parahyangan kelas eksekutif lumayan kok, kursinya empuk dan interior kereta yang relatif bersih.

Day 1
Suasana stasiun kereta api Gambir relatif ramai meskipun belum memasuki musim libur sekolah, sehingga agak kesulitan menemukan bangku kosong di ruang tunggu. Tak terlalu lama menunggu, kami berangkat menuju Bandung setelah pluit tanda keberangkatan kereta berbunyi. Kereta api tiba di kota Bandung sudah melewati waktu sholat Dzuhur, sehingga aku memutuskan untuk check in dulu ke hotel yang relatif dekat dengan stasiun Kereta Api. Setelah menaruh barang-barang dan sholat, kami pergi ke lokasi Saung Angklung Udjo yang terletak di wilayah Padasuka. Tak ingin ketinggalan pertunjukan angklung yang biasa dimulai pukul 15.30 WIB, aku memilih membeli makan siang untuk disantap dalam mobil rental selama perjalanan. Lupakan yaa rencana awal untuk sejenak leyeh-leyeh di warung makan khas Sunda yang banyak bertebaran di kota Bandung. Sungguh gak nyangka kalo lalin Bandung di siang hari kerja bakalan macet luar biasa. Hmm sambil geleng-geleng kepala...
Sekitar pukul 14.30an kami tiba di Saung angklung Udjo, setelah membeli tiket masuk pertunjukkan, masih ada waktu menunggu sambil berkeliling melihat-lihat suvenir khas Jawa Barat.

Suasana stasiun KA Gambir

Pertunjukan angklungnya ternyata seru banget lho, recommended  banget lah. Beda rasanya ketika hanya melihat melalui tayangan di internet atau televisi...anak-anakpun senang, karena permainan angklung membuat penonton riang dan terhanyut. Tak hanya pertunjukan angklung, adapula pertunjukkan tari-tarian tradisonal oleh para murid Saung angklung Udjo. Dua jempol lah buat almarhum mang Udjo yang sudah meng-inisiasi sekolah angklung ini. Selain melatih rasa seni sejak dini, anak-anakpun dilatih percaya diri dalam menampilkan keahlian mereka dihadapan wisatawan. Di akhir pertunjukkan para pengunjung diajak menari dan menyanyi bersama, sebuah pengalaman yang menyenangkan hati tentunya :)

Pertunjukkan Angklung anak-anak
Suasana pengunjung Saung Angklung Udjo
Aku jadi mikir, seandainya di setiap kota ada tempat pertunjukan seni yang menonjolkan unsur tradisional sekaligus melibatkan anak-anak sejak dini, pasti seru yaa. Kira-kira apa ada tempat semacam ini di Jakarta? Rasanya kok belum pernah dengar...Pertunjukkan angklung dikemas menarik, diselingi interaksi antara pembawa acara dan para wisatawan yang berkunjung. Yeay, it was fun, really :)
Usai menonton pertunjukan yang selesai dalam waktu sekitar 2 jam, aku memilih mampir membeli makanan di sekitar kawasan Braga. Aku memilih menu khas Sunda, nasi timbel dengan lauk ayam panggang, hmm yummy. Lagi-lagi tak ingin terjebak macet hanya demi mengejar impian makan di tengah kota hihi...Selanjutnya kembali ke hotel untuk beristirahat.

Menu Nasi Timbel
Satu hal yang perlu diingat saat jalan-jalan bersama anak-anak, ortunya yang harus menyesuaikan diri dengan ritme anaknya. Lupakan cita-cita ingin menonton live music dan menikmati seabrek hiburan malam lainnya yaa, apalagi kalau anaknya masih kecil-kecil hehe

Day 2
Setelah sarapan pagi, agenda wajib bagi anak-anak adalah berenang di kolam renang hotel. Sekitar jam 9 kami check out, lalu mampir ke pusat oleh-oleh di kawasan jalan Kamuning dan jalan Veteran. Selanjutnya menghabiskan sisa waktu di wahana wisata Kampung Gajah di kawasan Sersan Bajuri. Menurutku suasana tempat wisata Kampung Gajah relatif sepi dibanding beberapa tahun sebelumnya. Disini kami menikmati pemandangan dan tingkah lucu beberapa hewan seperti burung Merak, dan Angsa yang berada di kebun binatang mini. Anak-anak pun bisa menikmati beberapa permainan seperti mini ATV, dan  naik delman.

Suasana taman di Kampung Gajah
Selfi bersama Angsa :)

Setelah makan siang, kami meluncur menuju stasiun Kereta Api, karena kereta yang akan membawa kami kembali ke Jakarta akan berangkat sekitar pukul 4 sore. Dalam waktu yang relatif singkat, pergi ke beberapa tempat memang agak melelahkan, tapi rasanya hati senang bila melihat anak-anak juga senang, bukan begitu?

Arena bermain mini ATV
Well, setiap keluarga tentu memiliki prioritas untuk memilih mana tempat wisata yang akan dikunjungi, usahakan lokasi menginap dan tempat tujuan wisata berdekatan sehingga tidak habis waktu di jalan. Misalnya ingin berjalan-jalan di sekitar Lembang saja atau kawasan Bandung Utara, lebih baik mencari penginapan di seputar Lembang...kalo menginap di pusat kota Bandung, wah bisa terjebak kemacetan, begitupula sebaliknya.

Sampai jumpa di trip selanjutnya.

Cheers    

2 comments:

  1. Aku pengen juga nih ke Saung Angklung Udjo. Kebetulan anakku senang banget liat angklung. Ah, jadi punya pilihan lain kalau ke Bandung nih mba :)
    Makasih telah berbagi

    ReplyDelete
  2. Saya sudah dua kali mampir ke Saung Angklung Mang Udjo dan masih pengen kesana lagi..karena suka gemes lihat adik-adiknya yang pada semangat - semangat waktu pentasnya berlangsung..apalagi waktu diajak menari bersama ditengah area pentasnya..

    ReplyDelete